Home / Politik / PK Golkar di Bangli Ramai-ramai Mengundurkan Diri
(Istimewa)

PK Golkar di Bangli Ramai-ramai Mengundurkan Diri

Bangli (KitaIndonesia.Com) – Kisruh di internal Partai Golkar di Bali, terus meruncing. Kondisi semakin memanas terutama setelah Mahkamah Partai Golkar menolak gugatan lima (5) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali terkait pencopotan kelimanya dari jabatan masing-masing oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Bali.

Keputusan ini pun direspon oleh sejumlah kader dengan mengundurkan diri dari jabatan di Partai Golkar. Seperti yang terjadi di Bangli, Jumat (22/11/2019), di mana seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Bangli mengajukan surat pengunduran diri.

Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh PK di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli. Penyampaian aspirasi  PK yang diterima langsung oleh Plt  DPD II Golkar Bangli I Gusti Made Winuntara  dan dihadiri seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bangli itu sempat memanas dan bahkan diwarnai aksi gebrak meja.

Seluruh pimpinan kecamatan ini mundur, dengan alasan tidak setuju dipimpin Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli I Gusti Made Winuntara. Mereka tidak rela dipimpin oleh kader yang tidak berpeluh membesarkan Partai Golkar.

Menurut Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Kintamani, Gede Koyan Eka Putra, pengunduran diri massal ini sesungguhnya juga dilakukan oleh Pengurus Desa (PD) Partai Golkar. Mereka tidak ikut hadir, namun aspirasi disampaikan melalui PK.

“Untuk surat pengunduran diri sudah kami serahkan langsung kepada Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangli. Terserah nantinya mau diganti atau diisi,” tutur Koyan, usai pengunduran diri tersebut.

“Buat apa kami berpolitik dan membesarkan partai dalam kondisi yang tidak nyaman?” imbuh mantan anggota DPRD Kabupaten Bangli ini, soal alasan pengunduran diri tersebut.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Tembuku, I Wayan Agustika. Secara kelembagaan, kata dia, dirinya mengundurkan diri dari  pimpinan kecamatan dan tidak bersedia untuk ditempatkan sebagai pengurus Partai Golkar dalam tingkatan mana pun, selama Partai Golkar dinakhodai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli I Gusti Made Winuntara.

“Semuanya sudah tertera dalam surat pengunduran diri dan seluruh PK kompak mengundurkan diri,” jelas Agustika, yang didampingi Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Bangli Ida Dewa Gede Ngurah Arnaya, dan Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Susut I Ketut Suwidnya.

Sementara itu Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli I Nengah Darsana, sangat bersedih dengan langkah pengunduran diri PK ini. Ia bahkan sempat menangis karena menyadari bahwa besarnya Partai Golkar di Bangli tidak terlepas dari peran PK dan PD.

“Saya sangat menyayangkan mundurnya PK dan PD, namun saya tetap menghormati pilihan tersebut,” ujar Darsana, yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bangli ini.

Ia menambahkan, setelah aspirasi PK ini diterima, nantinya bisa dijadikan catatan bagi petinggi Partai Golkar Bali dan DPP di Jakarta. Ia juga meminta Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangli untuk tidak mengambil keputusan langsung pada kesempatan tersebut, namun memberikan ruang untuk berkoordinasi kembali.

Sementara itu, proses penyerahan surat pengunduran diri para pimpinan kecamatan dan pengurus desa ini sempat memanas ketika Wayan Oka Armika, pempersoalkan penunjukan Gusti Winuntara sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangli.

Menurut dia, jika yang bersangkutan mengaku sudah menjadi kader Partai Golar sejak tahun 1971, seharusnya sudah memiliki sumbangsih bagi kebesaran Partai Golkar. Namun faktanya tidak ada.

Selain itu, setelah ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangli, komentar yang bersangkutan di media selalu mengklaim telah melakukan pembenahan secara menyeluruh, khususnya terkait kantor sekretariat.

“Itu ga benar. Buktinya foto Wakil Presiden RI yang lama masih dipajang. Presiden dan wakil presiden sudah lama dilantik, tapi foto sampai sekarang belum diganti. Katanya selalu ngantor,” sindirnya, sambil menggebrak meja.

Tidak sampai di situ, bahkan dari 6 orang anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bangli, menurut dia, hanya 5 orang diakui karena satu orang lagi sudah loncat pagar. Suasana semakin memanas karena pengurus yang lainnya beranjak dari tempat duduk sambil menggebrak meja dan berusaha mendekati tempat duduk Gusti Winuntara. Namun emosi para pengurus yang mengundurkan diri ini berhasil ditenangkan oleh anggota fraksi. (KI4)

Check Also

Jaga Situasi Kamtibmas, 5 Calon Perbekel Desa Bungbungan Klungkung Lakukan Deklarasi Damai

Klungkung (KitaIndonesia.Com) – Deklarasi damai dilakukan 5 calon Kepala Desa Bungbungan yang akan mengikuti Pemilihan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *