Home / Politik / Pilkada di Tengah Pandemi, Melki Laka Lena: Jalan Terus, Maksimalkan Protokol Kesehatan
Wakil Ketua Komisi IX yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena. (istimewa)

Pilkada di Tengah Pandemi, Melki Laka Lena: Jalan Terus, Maksimalkan Protokol Kesehatan

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Pandemi Covid-19 terus mengancam. Bahkan jumlah kasus positif Covid-19 semakin meningkat. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa Pilkada Serentak 2020 akan ditunda. Apalagi sudah banyak pihak mewacanakan hal tersebut.

Merespons hal ini Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, berpandangan bahwa Pilkada Serentak 2020 masih bisa jalan terus sesuai jadwal. Melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (16/9/2020), anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini meyakinkan publik bahwa penyelenggaraan Pemilu di tengah pandemi Covid-19 tetap bisa berjalan baik.

Melki Laka Lena berpendapat, apabila KPU dan pemerintah sangat concern dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka bisa menimbulkan perasaan aman bagi masyarakat. Selanjutnya, diharapkan partisipasi pemilih tetap pada kondisi yang baik pada Pilkada Serentak 2020 ini.

Partai Golkar sendiri, demikian Melki Laka Lena, menghendaki Pilkada Serentak 2020 ini berlangsung secara demokratis serta aman dari Covid-19.

“Partai Golkar akan menjadi partai terdepan dalam penerapan protokol kesehatan dalam upaya penanggulangan Covid-19 pada Pilkada Serentak 2020,” ujar Melki Laka Lena.

Karena itu, ia meminta perlu adanya persiapan yang baik sehingga Pilkada Serentak 2020 tidak menciptakan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Penerapan protokol kesehatan, lanjutnya, harus betul-betul menjadi sebuah kebiasaan baru dalam setiap tahapan Pilkada, sehingga nantinya tidak menimbulkan cluster baru atau gelombang baru dari Covid yang kontraproduktif.

“Penyelenggara Pemilu, pemerintah, partai politik dan kandidat peserta Pilkada, serta masyarakat sipil, sudah harus berkoordinasi secara kolektif untuk mengantisipasi potensi permasalahan kesehatan yang akan terjadi,” tegas Melki Laka Lena, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT ini.

Ia tak menampik jika dalam pelaksanaan pendaftaran Pilkada 2020 beberapa waktu lalu, sempat ada beberapa persoalan yang muncul. Namun saat ini Kemendagri juga sudah melayangkan teguran kepada 72 bacalon petahana.

BACA JUGA:   Lirik Kursi Tabanan 1, Panji Astika Siap Perkuat Budaya dan Genjot Sektor Pertanian

“Sanksi tegas harus diberikan jika ada pelanggaran,” ujar Melki Laka Lena.

Dikatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, dipersiapkan pengaturan sanksi bagi kepala daerah yang terpilih namun didapati melakukan pelanggaran protokol kesehatan saat tahapan Pilkada berlangsung.

Pertama, penundaan pelantikan selama 6 bulan bagi kepala daerah pemenang yang melakukan pelanggaran Pilkada. Kedua, disiapkan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Daerah langsung dari pusat.

“Kesetaraan kompetisi antarkandidat, pemenuhan hak pilih dan penyelenggaraan pemilu dengan protokol kesehatan yang ketat, harus kita jaga dengan seimbang,” ucapnya.

Melki Laka Lena lalu menyontoh Pemilihan Umum di Korsel yang sukses dalam kondisi pandemik pada 15 April 2020 lalu. Hal itu bisa menjadi rujukan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Indonesia.

Kala itu, tahapan Pemilu di Korsel sudah dimulai sejak Januari – Maret, yang merupakan puncak pandemi Covid-19 di negeri itu. Kini, Korsel bisa menjadi rujukan best practice untuk Pilkada Serentak 2020 di Indonesia untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan, agar tidak muncul cluster baru yang disebabkan oleh pelaksanaan pemilu.

Melki Laka Lena kembali menegaskan, sudah menjadi tugas bersama bagi semua pihak terkiat untuk menyingkirkan keraguan publik bahwa penyelenggaraan pemilu di tengah pandemi Covid-19 akan mejadi ancaman. Sebab sesungguhnya, proses demokrasi itu tetap bisa berjalan baik.

“Partai Golkar akan yang menjadi bagian dalam upaya penanggulangan Covid-19 terutama di masa Pilkada ini, sehingga kita bisa menjadi teladan yang baik bagi iklim perpolitikan di Indonesia,” pungkas Melki Laka Lena. (KI-01)

Check Also

Ini Jurus Edi-Weng Atasi Masalah Stunting di Manggarai Barat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) –  Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi -Yulianus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *