Home / Politik / Pilkada di Masa Pandemi, Ini Bentuk Dukungan Kominfos Denpasar

Pilkada di Masa Pandemi, Ini Bentuk Dukungan Kominfos Denpasar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak 270 daerah (9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota) akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020. Suasana Pilkada kali ini dipastikan jauh berbeda dari biasanya. Sebab suksesi kepemimpinan di level daerah ini dilaksanakan di tengah dunia masih dilanda pandemi Covid-19.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat acara media gathering yang diselenggarakan oleh KPU Kota Denpasar, di Sanur, Rabu (29/7/2020). Menurut dia, ada beberapa hal baru dalam Pilkada di masa pandemi. Mulai dari soal kegiatan sosialisasi, kampanye kandidat, hingga pengaturan saat hari H pemungutan suara.

“Pemilihan media dan metoda sosialisasi serta kampanye, tidak bisa sama dengan pola sebelumnya,” tutur Agung Lidartawan, dalam kegiatan yang juga dihadiri akademisi Dr Ras Amanda serta Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo dan Statistik Kota Denpasar Gde Wirakusuma, ini.

Ia menjelaskan, penggunaan media dan metoda sosialisasi serta kampanye kandidat dalam Pilkada Serentak 2020 ini harus disesuaikan dengan kondisi masih berjangkitnya wabah Covid-19. Artinya, dalam seluruh tahapan Pilkada Serentak 2020, beberapa tahapan diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Hal lainnya yang diatur khusus adalah terkait jumlah pemilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Menurut Agung Lidartawan, dalam Pilkada Serentak 2020 jumlah pemilih maksimal di setiap TPS adalah 500 orang.

“Pengaturan kedatangan pemilih juga tidak serentak, sehingga mengurangi kerumunan. Pemilih wajib menggunakan masker, TPS akan disemprot desinfektan dan petugas dilengkapi sarung tangan,” urai Agung Lidartawan.

Sementara itu Ketua KPU Kota Denpasar Wayan Arsa Jaya menjelaskan bahwa saat ini tahapan Pilkada sudah memasuki tahap pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih. Tahapan ini akan berlangsung hingga 15 Agustus 2020 mendatang.

Terkait jumlah TPS untuk Pilkada Kota Denpasar, Arsa Jaya menyebut, jumlahnya mencapai 1202 TPS yang tersebar di 43 desa/ kelurahan se-Kota Denpasar. Adapun terkait anggaran Pilkada Kota Denpasar, diakuinya sebesar Rp 32,4 miliar. Sementara usulan bantuan ke APBN yang akan diperuntukan membeli APD serta biaya pembuatan TPS tambahan sebesar Rp 11,9 miliar.

Dukungan Dinas Kominfos di Pilkada Kota Denpasar

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar yang diwakili Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Gde Wirakusuma Wahyudi, menyatakan siap mendukung sosialisasi dan publikasi tahapan serta proses Pilkada Kota Denpasar 2020.

“Kominfos Kota Denpasar memiliki media sosial, media luar ruang, radio dan media alternatif yang bisa digunakan untuk mendukung sosialisasi dan publikasi pelaksanaan Pilkada Kota Denpasar 2020 ini,” ujar Gde Wirakusuma, yang akrab disapa Wira ini.

Untuk media sosial, kata dia, pemerintah Kota Denpasar telah membantu sosialisasi dan publikasi tahapan Pilkada Kota Denpasar 2020 melalui akun instagram, facebook, twitter, youtube dan lainnya. Media sosial inipun telah berjaringan dengan media sosial organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan dan desa/ lurah se-Kota Denpasar.

Di samping itu, Pemkot Denpasar memiliki Radio Pemerintah Kota Denpasar 92.6 FM yang aktif dalam menyosialisasikan berbagai program dan kebijakan pemerintah termasuk kegiatan KPU Kota Denpasar.

“Bisa melalui talkshow, adlibs, smash, spot dan berbagai bentuk sosialisasi secara audio,” ujar Wira, yang pernah menjadi Kepala Studio RPKD 92.6 FM tersebut.

Bahkan materi audio produksi radio juga menjadi bahan sosialisasi tim mobile calling yang menggunakan mobil dilengkapi pengeras suara berkeliling wilayah Kota Denpasar. Aktifitasnya menyasar tempat-tempat publik seperti pasar, pantai, pusat aktifitas warga dan tempat-tempat yang potensial target sosialisasi.

“Materi sosialisasi audio juga bisa ditayangkan melalui pengeras suara di banjar-banjar dan tempat umum seperti lapangan, pasar dan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya menggunakan materi audio visual tentang Pilkada Kota 2020 yang ditayangkan di televisi ruang tunggu pada instasi pelayanan publik seperti RSUD Wangaya, Puskesmas se-Kota Denpasar, Kantor Camat, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perizinan dan kantor-kantor pelayanan publik lainnya.

“Metoda ini cukup efektif mengingat masyarakat dan pengunjung kantor layanan publik bisa menonton tayangan ini sembari menunggu giliran mendapatkan layanan publik,” urai Wira, yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Di samping memaksimalkan media yang dimiliki, pihaknya juga berharap sinergi dengan media massa dan media online mainstrem. Hal ini penting untuk memaksimalkan sosialisasi dan publikasi Pilkada Kota Denpasar 2020. (KI-02)

Check Also

Maju Mundur Jadwal Pemilu, Sekjend PKP Usulkan Rembuk Nasional

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *