Home / Politik / Pilkada Denpasar, Togar Situmorang Ingatkan Golkar Waspadai “Penumpang Gelap”
Togar Situmorang bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dalam sebuah kesempatan. (istimewa)

Pilkada Denpasar, Togar Situmorang Ingatkan Golkar Waspadai “Penumpang Gelap”

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sejumlah nama mengikuti proses penjaringan di internal Partai Golkar, jelang Pilkada Serentak di enam kabupaten dan kota di Bali. Siapa yang akan diusung partai berlambang pohon beringin itu, tergantung hasil penjaringan serta survei.

Yang jelas, Partai Golkar berkomitmen untuk mengusung figur – figur terbaik, baik di Pilkada Karangasem, Pilkada Tabanan, Pilkada Jembrana, Pilkada Bangli, Pilkada Badung maupun Pilkada Kota Denpasar. Komitmen ini pun ditunggu oleh para kader partai besutan Airlangga Hartarto itu.

Bersamaan dengan itu, kader juga berharap agar Pilkada Serentak 2020 mendatang menjadi momentum kebangkitan Partai Golkar di Pulau Dewata. Apalagi, selama setahun belakangan, Golkar terus bergumul dengan polemik.

“Kami berharap, Pilkada 2020 ini bisa menjadi momentum kebangkitan Partai Golkar di Pulau Dewata,” kata Togar Situmorang, SH, MH, MAP, advokat senior dan pengamat kebijakan publik yang juga kader Partai Golkar.

Momentum kebangkitan ini, menurut advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu, jangan sampai diganggu oleh hadirnya “penumpang gelap” dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di internal Partai Golkar. Apalagi, ada cukup banyak tanda – tanda seperti itu.

“Golkar tidak butuh ‘penumpang gelap’, apalagi bakal calon yang ‘kaleng-kaleng’ alias abal-abal. Golkar harusnya tampilkan kader-kader terbaik,” ujar Togar Situmorang, yang menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer in Satisfactory Performance Of The Year itu.

Ia menilai Golkar Bali saat ini di bawah kepemimpinan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, sudah semakin solid dan kompak. Togar Situmorang bahkan optimistis, manajemen partai yang saat ini berusia 55 tahun ini juga semakin kuat.

Sebagai partai paling tua, paling senior, Togar Situmorang menyebut, banyak orang hebat dan berani bertarung di Partai Golkar. Bahkan dalam keadaan terpuruk pun, Partai Golkar bisa tetap eksis.

“Jadi tidak ada alasan Golkar tidak punya calon dalam Pilkada Serentak di Bali,” tegas Togar Situmorang, yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali.

Ia pun mengingatkan, Partai Golkar bisa saja kehilangan kesempatan mengusung calon terbaik, jika membiarkan ‘penumpang gelap’ bermanuver. Padahal, tak sedikit kader berkualitas di internal partai itu.

“Untuk apa ada ‘kendaraan mewah’ untuk Pilkada, tapi tidak punya supir bagus, apalagi isinya ‘penumpang gelap’? Mending pakai Togar Situmorang saja,” ujar Togar Situmorang, setengah berkelakar.

Bisa Sinergi dengan PDIP

Advokat yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah Property&Bank dan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini bahkan secara khusus mengharapkan Partai Golkar mampu menunjukkan taringnya pada Pilkada Kota Denpasar 2020 mendatang. Daripada membiarkan ‘penumpang gelap’ dan akhirnya muncul bakal calon “kaleng-kaleng”, Togar Situmorang lebih mendorong Partai Golkar untuk mendukung yang sudah pasti, yakni bersinergi dengan PDIP.

BACA JUGA:   Enam Tokoh Merapat, Sumarjaya Linggih: Harus Legowo Jika Tidak Terpilih

“Jadi Golkar dan PDIP bisa sinergi membangun Denpasar dan juga satu jalur dengan koalisi di pusat dalam pemerintahan Presiden Jokowi,” tutur Togar Situmorang, yang juga Ketua Hukum dari RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Ia menambahkan, dalam Pilkada Kota Denpasar kali ini, harga diri Partai Golkar dipertaruhkan jika sampai mengusung “penumpang gelap” sebagai bakal calon kepala daerah.

“Kasihan kalau ‘beringin’ jadi mati gara-gara penumpang gelap. Jangan sampai beringin jadi roboh gara-gara benalu,” ujar Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini.

Togar Situmorang pun menceritakan bahwa sebelumnya ada tokoh (non kader Golkar) yang mengaku mau maju Pilkada Kota Denpasar lewat Golkar. Yang bersangkutan bahkan sudah menunjuk dirinya selaku Ketua Tim Pemenangan.

Sementara untuk masuk sebagai bakal calon kepala daerah di Partai Golkar, dari awal oleh partai ini sudah diminta komitmen penuh, harus totalitas, all out serta tidak bisa setengah-setengah. Harus siap dari sisi tiga O, yakni otot, otak dan ongkos.

“Orang itu saya minta komitmennya untuk tiga O khususnya ongkos, ternyata tidak ada. Keesokan harinya, malah saya diberhentikan sebagai Ketua Tim Pemenangan. Ini adalah bukti orang hanya ingin cari popularitas sesaat, memanfaatkan saya mencari jalan ke Golkar,” beber Togar Situmorang.

Karenanya, Togar Situmorang mengingatkan Golkar jangan mau menerima calon yang hanya mau coba-coba atau aji mumpung. Golkar harus menerima calon yang benar-benar siap secara otot, otak dan ongkos.

Namun ongkos di sini bukan berarti mahar politik atau untuk money politic. Sebab Plt Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, sudah menegaskan bahwa tidak ada mahar politik di Golkar.

“Masak mau nyalon tidak ada modal untuk cost politic? Di awal kan butuh survei untuk melihat sejauh mana popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas si bakal calon. Masak ke luar uang untuk survei saja tidak mau?” ungkap Togar Situmorang.

Dorong Wandhira Maju Sebagai Calon

Mencermati hal tersebut, Togar Situmorang menegaskan, daripada ditunggangi ‘penumpang gelap’ lebih baik Partai Golkar memberikan kesempatan kader-kader terbaik untuk bertarung pada Pilkada Kota Denpasar 2020. Salah satunya yang dianggap mumpuni dan layak sebagai bakal calon wali Kota Denpasar adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kota Denpasar Wayan Mariyana Wandhira, yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar.

“Kami sangat dukung kalau Pak Wandhira. Masak yang lain yang kaleng-kaleng dan omdo (omong doang) diberikan kesempatan?” pungkas Owner Law Firm Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (pusat) serta Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman Denpasar (cabang) ini. (KI4)

Check Also

DPD RI Minta Revisi UU Pilkada Perhatikan Kekhususan Daerah

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memandang UU Pilkada saat ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *