Home / Hukum / PGN Minta Aparat Panggil Tokoh Demo Tolak Rapid dan Swab Test

PGN Minta Aparat Panggil Tokoh Demo Tolak Rapid dan Swab Test

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Aksi demo menolak rapid test dan swab oleh sejumlah warga di Lapangan Renon, Denpasar beberapa waktu lalu disayangkan sejumlah pihak.

Salah satu pihak yang menyatakan tidak sependapat dengan demo tersebut yakni organisasi kemasyarakatan Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali.

“Tindakan tersebut membuat multirafsir di masyarakat Bali terhadap upaya new normal yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah Bali,” kata Ketua PGN Wilayah Bali Daniar Trisasongko, Sabtu (1/8/2020) di Denpasar.

Menurutnya, aksi tolak rapid dan swab test tidak mencerminkan intelektual dan membuat masyarakat menjadi resah. Apalagi saat ini pemerintah tengah berupaya memulihkan kondisi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Kami melihat adanya indikasi provokasi tidak percaya terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan dilakukannya demo tersebut,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, Bali yang menjadi destinasi pariwisata internasional tentunya harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman, termasuk langkah pemerintah dalam menangani Covid-19 yang menyebar di berbagai belahan dunia ini.

BACA JUGA:   Manfaatkan Korban yang Buta Aksara, Esti Yuliani Sempat Berikan BG Blong Kepada Korban

Dengan adanya demo tolak rapid dan swab test, dikhawatirkan menimbulkan permasalahan baru di tengah upaya Pemerintah Provinsi Bali memulihkan ekonomi berupa mendatangkan wisatawan.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak terkait untuk memanggil tokoh-tokoh yang menggelar aksi tersebut,” ujarnya.

PGN juga mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pihak-pihak tak bertanggungjawab dan tetap menta’ati imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Kendati tidak sependapat dengan aksi tolak rapid dan swab test, PGN Wilayah Bali meminta ada keterbukaan kepada petugas yang menangani Covid-19, serta menganggap biaya rapid dan swab test masih mahal.

“Mungkin ada solusi agar tarif rapid dan swab test bisa lebih murah. Ini juga untuk masyarakat kita sendiri,” sebutnya. (K15)

Check Also

Djoko Tjandra Ditangkap, Togar Situmorang Apresiasi Kinerja Polri

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Petualangan Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra berakhir tanggal 31 Juli 2020. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *