Home / Hukum / PGN Bali Dorong Polisi Proses Tuntas Kasus Penghinaan Agama Hindu Oleh Desak

PGN Bali Dorong Polisi Proses Tuntas Kasus Penghinaan Agama Hindu Oleh Desak

Denpasar(KitaIndonesia.Com) – Kepolisian Daerah (Polda) Bali tancap gas dalam menangani kasus dugaan penghinaan terhadap agama Hindu yang dilakukan oleh Desak Made Dharmawati.

Terbaru, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali memanggil Ormas Patriot Garuda Nusantara sebagai pelapor dalam kasus yang membuat masyarakat Bali resah ini.

Panglima Komando PGN (Patriot Garuda Nusantara) Provinsi Bali, Gus Yadi mengatakan, pihaknya menerima sekitar 14 pertanyaan dari penyidik.

“Pertanyaan yang diajukan penyidik kepolisian seputar apa yang dikatakan oleh Desak,” kata Gus Yadi saat ditemui di Mapolda Bali, Rabu (21/4/2021).

Pria yang kerap bersuara lantang tentang kerukunan antar umat beragama ini menambahkan, selain menghina agama Hindu, Desak juga menganggap kebiasaan warga Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) juga salah.

“Desak Dharmawati mengatakan bahwa beberapa kebiasaan warga Nahdliyin seperti mengadakan tahlilan itu sesat, salah. Padahal tahlilan itu berkumpul membaca ayat dan mendoakan orang yang sudah meninggal,” tuturnya.

Di tempat yang sama Ketua PGN Bali Daniar Trisasongko berharap polisi secepatnya memproses kasus yang telah membuat resah dan mengganggu kerukunan antar umat beragama ini.

“Apapun alasannya, dia tetap harus mempertanggungjawabkan ucapannya di depan hukum karena sudah banyak yang tersakiti,” ujarnya.

Sebelumnya Direktur Ditreskrimum Polda Bali Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, setelah viralnya video ceramah Desak Made Darmawati, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat.

Namun demikian tuturnya, tidak semua laporan dapat diproses dan hanya ada tiga laporan salah satunya laporan dari PGN Provinsi Bali yang tengah ditindaklanjuti.
 
“Dari laporan tersebut saat ini sedang dilaksanakan proses penyelidikan. Kami juga sudah bentuk tim khusus dan tentunya kami berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk penanganan kasus ini dikarenakan TKP nya bukan di Bali,” ucapnya. (*)

Check Also

Sidang Perkara Kasus Tanah Keranga, Mantan Anggota DPRD Mabar Dituntut 8 Tahun Penjara

Kupang (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang atas perkara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *