Home / Ekonomi / Peternak Babi di Bali Kesulitan Cari Bibit

Peternak Babi di Bali Kesulitan Cari Bibit

DENPASAR (KitaIndonesia.Com) – Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali mengaku resah. Ini dikarenakan para peternak kesulitan untuk memperoleh bibit atau anak babi.

Ketua GUPBI Bali I Ketut Hary Suyasa mengatakan, kalaupun ada, harganya cukup mahal di mana anak babi saat ini mencapai Rp1 juta per ekor.

“Ini yang membuat peternak babi resah,” tuturnya, Kamis (4/2/2021) di Denpasar.

Menurutnya, kenaikan harga babi dan bibit babi lantaran pada tahun 2020 banyak indukan dan anak babi terserang virus ASF.

Dijelaskan, sebelumnya jumlah babi di wilayah Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar mencapai 76.000 ekor. Namun sekarang hanya tinggal 6.000 ekor.

“Stok babi di Bali hanya tinggal 10 persen, saat ini juga masih terdapat beberapa peternak di Bali masih terdampak virus ASF atau flu babi Afrika,” tuturnya.

Ditambahkan, persoalan kian bertambah ketika virus yang ditemukan tahun 1998 di Malaysia ini sengaja kembali dihembuskan dengan tujuan membunuh peternak kecil.

Hary Suyasa mengatakan, pihaknya berupaya mengajukan bantuan kepada Pemrov Bali sebanyak 3.000 ekor bibit yang nantinya dapat disalurkan pada peternak di Bali guna meringankan beban para peternak.

“Kami GUPBI Bali terus bergerak dan memonitor permasalahan pada babi, tidak ada maksud lain, kami hanya ingin melestarikan babi Bali dan mengawal peternak agar stabilitas ekonomi di Bali terjaga,” tegasnya. (*)

Check Also

Pemerintah Akan Hapus BBM Jenis Premium, Ketua DPD RI Minta Maksimalkan Sosialisasi

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang mendapatkan subsidi. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *