Home / Hukum / Perkara Tanah Keranga, Mantan Bupati Mabar Dituntut 15 Tahun Penjara
Majelis Hakim yang memimpin sidang pembacaan tuntutan untuk Terdakwa Agustinus Ch Dulla. (istimewa)

Perkara Tanah Keranga, Mantan Bupati Mabar Dituntut 15 Tahun Penjara

Kupang (KitaIndonesia.Com) – Sidang perkara tindak pidana korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Manggarai Barat (Mabar) yang terletak di Keranga/ Toro Lema Batu Kallo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Mabar, kembali digelar di Kantor Pengadilan Tipikor Kupang, NTT, Senin 21 Juni 2021.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wari Juniati, SH, MH, didampingi Hakim Anggota Ibnu Choliq, SH, MH, dan Gustaf Marpaung, SH, MH, ini mengagendakan pembacaan amar tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi NTT terhadap Terdakwa Agustinus CH Dulla, yang tak lain adalah mantan bupati Mabar.

Dalam sidang yang dimulai Pukul 12.23 Wita ini, JPU Hero Ardi Saputro, SH, Heri Franklin, SH, MH, dan Emerensiana Jehamat, SH, hanya membacakan pokok amar tuntutan.

“Menuntut Terdakwa dengan pidana penjara 15 tahun dan denda Rp1 miliar,” kata Jaksa Hero Ardi Saputro, saat membacakan amar tuntutan.

Menurut JPU, mantan bupati Mabar dua periode itu terbukti bersalah melanggar Pasal 2 (ayat 1) UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Terdakwa dalam kapasitasnya selaku kepala daerah dinyatakan bersalah karena membiarkan terjadi jual beli tanah milik pemerintah daerah di Keranga/ Toro Lema Batu Kallo seluas 30 hektar oleh sejumlah pihak.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang telah menjatuhkan vonis untuk 13 Terdakwa lainnya dalam perkara tindak pidana korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Mabar ini.

Terdakwa Andi Riski Nur Cahya D yang juga mantan anggota DPRD Mabar misalnya, divonis pidana penjara selama 4 tahun serta denda Rp400 juta subsider 3 bulan penjara. Selanjutnya Terdakwa Haji Sukri divonis 6 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan.

Vonis 6 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan penjara juga dijatuhkan Majelis Hakim untuk Terdakwa Dai Kayus. Kemudian Terdakwa Ente Puasa dijatuhi vonis 5 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan penjara.

Untuk Terdakwa Supardi Tahiya, Majelis Hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan penjara. Adapun Terdakwa Mahmud Nip, divonis 7 tahun penjara dengan denda Rp400 juta subsider 4 bulan penjara.

Selanjutnya Terdakwa Muhammad Achyar, yang berprofesi sebagai advokat, divonis pidana penjara 10 tahun 6 bulan serta denda Rp1 miliar. Terdakwa Ambrosius Sukur yang juga mantan Kabag Tapem Kabupaten Manggarai Barat divonis 7 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Adapun Terdakwa Marten Ndeo, mantan kepala BPN Kabupaten Manggarai Barat, divonis pidana penjara 11 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Untuk Terdakwa Caitano Soares, mantan kepala seksi di BPN Kabupaten Manggarai Barat divonis 7 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Selanjutnya Terdakwa Theresia Dewi Koroh Dimu, yang berprofesi sebagai Notaris, divonis 7 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Selanjutnya Terdakwa Abdullah Nur, mantan Camat Komodo, divonis 5 tahun penjara dan denda Rp750 juta subsider 3 bulan penjara. Sedangkan Terdakwa Afrizal alias Unyil divonis pidana penjara 6 tahun 6 bulan dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. (KI-01)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *