Home / Peristiwa / Nasional / Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Literasi Digital

Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Literasi Digital

Oleh: Leonsius Naltan Jajin
Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia St Paulus Ruteng

PERKEMBANGAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa generasi sekarang ini memasuki dunia literasi digital. Literasi digital sudah menjadi hal yang tak asing lagi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Salah satu alternatif yang terkait dengan literasi digital adalah beralihnya bahan bacaan fisik menjadi digital. Literasi yang ada saat ini tidak hanya dikenal sebagai literasi baca tulis, namun seiring perkembangan zaman, kita juga harus mulai mengenal yang namanya literasi digital.

Literasi digital merupakan suatu ilmu pengetahuan dan juga kecakapan dalam menggunakan media – media digital, alat-alat komunikasi yang telah terhubung dengan perangkat perangkat digital untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

Pada saat ini atau lebih tepatnya di era 4.0 ini, kita dituntut untuk melek teknologi. Sebab semua aktivitas yang akan kita lakukan selalu berhubungan dengan teknologi.

Karena itu, literasi digital perlu kita pelajari dan terapkan di era 4.0 ini. Ini penting, agar kita dapat mengetahui dan juga menggunakan teknologi dengan baik dan cerdas sesuai kebutuhan.

Literasi digital membuat individu dapat membuat keputusan yang lebih baik, karena ia memungkinkan mampu untuk mencari informasi, mempelajari, menganalisis dan membandingkannya kapan saja.

Banyak keputusan yang jauh dapat dilakukan lebih baik dengan memanfaatkan media internet, salah satunya dalam pemahaman suatu informasi untuk mengambil keputusan.

Menjadi literat digital berarti harus mampu memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan, dan juga berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam berbagai hal apapun.

Banyak manfaat serta hal – hal yang positif yang dapat kita ambil jika kita benar – benar belajar dan mengimplementasikan literasi digital dalam kehidupan sehari – hari.

Adapun dampak dan hal positifnya adalah kita dapat memahami serta memiliki keterampilan dalam menggunakan media sosial yang banyak menyajikan informasi – informasi yang bermanfaat.

Kita juga dapat mempermudah diri kita untuk berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya jauh. Selain itu, kita juga dapat mencari kebenaran – kebenaran sebuah berita yang kita dapatkan terlebih dahulu agar kita bisa terhindar dari yang namanya hoaks. Kita juga bisa membuka peluang usaha secara online untuk dapat menambah perekonomian keluarga.

Untuk keberhasilan sebuah literasi digital, diperlukan peran penting berbagai komponen.

Pertama, peran keluarga. Dalam literasi digital, peran keluarga sangat diperlukan.

Keluarga dapat memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bagaimana cara penggunaan teknologi yang baik dan cerdas. Orang tua juga dapat mengawasi anak-anak dalam penggunaan situs – situs yang berhubungan dengan pornografi.

Orang tua juga harus mampu mengedukasi anak dalam menerima berita-berita yang banyak tersebar di media sosial, mana berita yang baik untuk dibaca dan mana hoaks yang harus dihindari.

Kedua, peran lembaga pendidikan atau sekolah. Dalam literasi digital, sekolah harus mampu menciptakan inovasi-inovasi yang baru, khususnya dalam proses atau kegiatan belajar mengajar.

Gerakan literasi di sekolah yang awalnya hanya terfokus pada literasi baca tulis, harus sudah mampu menggunakan literasi digital yang sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang ini.

Sekolah juga harus menyediakan fasilitas yang mendukung proses literasi digital. Para pendidik yang ada di dalam lingkungan sekolah harus lebih menguasai literasi digital agar dapat membantu dan memudahkan siswa dan siswi dalam mengaplikasikan semua media digital pada saat melakukan proses belajar mengajar.

Dengan adanya literasi digital di sekolah, maka akan terbentuk pula siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis, analistis dan juga kreatif. Siswa juga mampu menciptakan hal baru yang berkaitan dengan pendidikan.

Dengan literasi digital, maka ini dapat membantu pekerjaan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan penggunaan komputer hingga penggunaan aplikasi-aplikasi seperti Zoom, Moodle, Google Meet, dan lain sebagainya.

Ketiga, peran masyarakat. Literasi digital di era 4.0 ini merupakan sebuah kebutuhan yang sudah mendesak bagi masyarakat. Literasi digital mampu memberikan sebuah tatanan baru dalam kehidupan masyarakat dengan pola pikir dan cara pandang yang kritis dan juga kreatif.

Dengan adanya literasi digital, maka masyarakat akan dapat lebih bisa menerima informasi – informasi yang akurat dan kebenarannya sesuai fakta. Masyarakat juga diharapkan tidak begitu mudah menerima informasi yang bersifat bohong alias hoaks.

Literasi digital tentu sangat penting di masa sekarang ini, apalagi hampir semua negara di dunia tengah menghadapi wabah virus corona. Akibat pandemi Covid-19 ini, semua kegiatan yang semula dilakukan secara offline harus berganti menjadi online.

Maka dari itu, kita dituntut untuk menjadi literat teknologi, agar semua dapat dilakukan tanpa ada hambatan. Peran dari literat teknologi atau literasi digital pada saat adanya wabah global seperti saat ini ialah mampu memberikan pemahaman dan juga pengetahuan tentang bagaimana penggunaan media massa yang berhubungan dengan teknologi dengan baik dan cerdas sesuai dengan kebutuhan.

Dengan kita memahami sebuah literasi teknologi maka kita juga akan mudah melakukan berbagai aktivitas seperti biasanya, walaupun dilakukan secara online.***

Check Also

Laksmi Shari dari Bali Terpilih Sebagai Puteri Indonesia 2022

KitaIndonesia.Com – Laksmi Shari De Neefe Suardana terpilih sebagai Puteri Indonesia 2022 setelah menyisihkan puluhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *