Home / Sains & Tekno / Pentingnya Menjaga Rekam Jejak Digital Positif
Ilustrasi Sosmed (Ist)

Pentingnya Menjaga Rekam Jejak Digital Positif

Mataram (KitaIndonesia.Com)– Hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini terpengaruh oleh teknologi digital. Majunya teknologi membuat banyak orang dengan mudah membagikan apapun dan sebagian besar tidak difilter terlebih dahulu.

Sri Rahma Dani atau Rahma seorang dokter dan key opinion leader mengatakan, pola pikir membagikan apapun tanpa difilter itu harus diubah. Karena di era ini banyaknya beredar hoaks. Penyebaran berita hoaks ini mempengaruhi identitas digital dan jejak digital yang kita miliki.

“Identitas digital itu bagaimana caranya teknologi elektronik untuk mengidentifikasi seseorang. Sekarang banyak dari kita yang sedikit-sedikit searching di Google, kalau tidak hati-hati itu bisa menyebabkan jejak digital negatif,” jelas Rahma di Webinar Literasi Digital wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (21/9/2021).

Di dalam identitas digital itu ada sertifikat yang berisi kunci umum dan kunci pribadi. Perbedaan antara keduanya, pada kunci pribadi tidak bisa dilihat oleh banyak orang. Sementara, jejak digital ialah jejak data yang tertinggal selama kita berselancar di internet baik secara sengaja atau tidak sengaja.

Rahma memaparkan, jejak digital aktif ialah jejak yang sengaja kita tinggalkan, seperti postingan di media sosial. Berbeda dengan itu, jejak digital pasif ialah jejak yang tidak sengaja ditinggalkan, seperti alamat IP dan riwayat pencarian.

Menerapkan prinsip THINK dapat meninggalkan jejak digital yang positif pada akun media sosial kita. Pertama,  true, apa yang kita posting apakah sesuai dengan fakta. Kedua, helpful, apa yang kita posting bermanfaat. Ketiga, information, segala informasi yang kita sebarkan ke media sosial harus bisa dipertanggungjawabkan. Keempat, need, apakah yang kita sebarkan itu diperlukan atau tidak. Kelima, kind, apakah yang kita sebarkan itu baik atau tidak.

“Kita mau tulis caption atau postingan lainnya harus bisa ditanyakan ke diri sendiri dan memposisikan diri sebagai pembaca, apakah postingan ini akan menyinggung orang lain atau merugikan orang lain. Amannya tanya ke orang di sekitar kita. Kalau kita sendiri ragu lebih baik enggak usah kita posting,” tuturnya.

Untuk mengatur jejak digital kita yaitu menghindari penyebaran data-data penting untuk melindungi diri, membuat password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun media sosial, jangan posting sesuatu yang terlalu personal ke ruang publik, gunakan pelindung data pada perangkat digital yang dimiliki seperti autentikasi ganda, mencari nama di mesin pencarian atau Google untuk menghapus data-data sensitif dan jejak digital negatif yang masih bisa dihapus.

Biasakan juga untuk membersihkan riwayat pencarian untuk melindungi jejak digital. Ia mengatakan, pastikan juga gunakan lokasi saat menggunakan aplikasi. Pikirkan kembali apapun yang ingin kita posting di media sosial agar tidak melanggar aturan dan tidak merusak rekam jejak digital. Karena jejak digital yang negatif bisa merugikan pengguna, seperti pencurian data dan merusak reputasi diri.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Mataram, NTB, Selasa (21/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Sheila Nadia Lestari (Owner Artifashion), Tiara Maharani (Writer – Correspondent Indonesia), dan Aidy Furqan (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KI7)

Check Also

Menjadi Masyarakat Digital yang Cakap akan Perkembangan Teknologi

Sikka (KitaIndonesia.Com) – Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk berinteraksi antar manusia memunculkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *