Home / Politik / Pengawas Minim Pemahaman Tentang Regulasi, Bawaslu Mabar Gelar Bimtek
Suasana Bimtek Pengawasan Tahapan Coklit yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat. (kitaindonesia.com/itho umar)

Pengawas Minim Pemahaman Tentang Regulasi, Bawaslu Mabar Gelar Bimtek

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Tahapan Pilkada Serentak 2020 sudah kembali dilanjutkan, setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Merespons hal ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit).

Bimtek yang berlangsung selama dua hari, tanggal 14-15 Juli, di Hotel Green Prundi Labuan Bajo ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan baik. Selain itu, Bimtek ini juga digelar untuk menguatkan pengawasan pengawas terkait regulasi. Sebab, banyak pengawas masih minim pemahaman terkait hal ini.

Terkait hal tersebut, para peserta mendapatkan beberapa materi. Seperti materi Pemuktahiran Data Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang disampaikan oleh ketua KPU Manggarai Barat serta tiga materi lainnya dibawakan oleh pihak Bawaslu terkait penyelenggaraan pengawasan dan pencegahan pelanggaran, mekanisme penanganan pelanggaran dan nilai-nilai dasar pengawas Pemilu.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses tahapan penyusunan daftar pemilih. Peserta diharapkan memiliki kemampuan hingga pada pelaksanaan teknis tentang pemuktahiran data pemilih,” papar Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Eduardus Ndundu, di sela-sela kegiatan tersebut, Rabu (15/7/2020).

“Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengawasi dan juga kemampuan untuk menangani pelanggaran Pemilu. Selama ini, mereka kurang pemahaman terkait regulasi dan lainnya, sehingga kegiatan ini harus dilakukan untuk mengetahui regulasi dan lain hingga hal teknisnya,” imbuhnya.

Menurut dia, Bimtek ini diikuti 169 Pengawas Pemilihan Desa/Kelurahan se-Manggarai Barat (Mabar). Hari pertama, Bimtek diikuti sebanyak 90 peserta yang berasal dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Komodo, Boleng, Mbeliling, Sano Nggoang, Lembor dan Lembor Selatan. Adapun hari kedua, diikuti sebanyak 79 peserta dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Welak, Pacar, Macang Pacar, Kuwus, Kuwus Barat dan Ndoso.

“Sebenarnya kegiatan dilakukan selama satu hari. Tetapi kami lakukan pembatasan jumlah peserta demi penerapan protokol kesehatan,” ujar Eduardus.

Sementara itu Ketua KPU Manggarai Barat Robertus V Din mengatakan, pemuktahiran data pemilih sangat penting dilakukan hingga hari pelaksanaan Pemilu. Ia berharap, pengawas bersama KPU mengawal pemilihan umum ini dari awal.

“Pemuktahiran data pemilih ini sangat penting karena akan dikonversi untuk mendapatkan daftar pemilih tetap. Jangan sampai ada yang terlewatkan,” ujar Robertus.

Menurut dia, hingga saat ini, data terakhir pemilih yang telah dihimpun sebanyak 180.767 pemilih. Jumlah ini bisa saja bertambah atau malah berkurang. (KI-21)

Check Also

Baliho Puan Mejeng di Berbagai Daerah, Pengamat: Untuk Persiapan Pilpres 2024

Jakarta (KitaIndonesia.Com) -Pemasangan baliho Puan Maharani di sejumlah daerah ditengarai sebagai persiapan menghadapi pemilihan presiden …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *