Home / Hukum / Pengakuan Gigolo Pembunuh SPG: Dua Kali Ngejos Sudah Lemas
Terdakwa saat menjawab pertanyaan majelis hakim. (istimewa)

Pengakuan Gigolo Pembunuh SPG: Dua Kali Ngejos Sudah Lemas

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Negeri Denpasar kembali menyidangkan kasus pembunuhan terhadap sales promotion girl (SPG) bernama Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Keboiwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara dengan terdakwa Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu (33).

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini, majelis hakim yang dipimpin Hakim Esthar Octavi melontarkan beberapa pertanyaan, termasuk sejak kapan terdakwa mengenal korban.

“Terdakwa sudah lama kenal korban?” tanya hakim. “Baru kenal Yang Mulia,” jawab Gus Tu, di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (2/12/2019).

Ketika ditanya alasan membunuh korban, terdakwa yang ditangkap di Manado, Sulawesi Tengah ini mengaku kesal karena merasa dihina oleh korban.

“Awalnya kami main. Setelah itu, korban marah dan menampar saya satu kali karena mengaku tidak puas. Setelah itu, saya mandi. Habis mandi, dia ngajak main lagi. Tapi waktu itu, saya sudah lemas,” jelasnya.

Meski sudah dua kali dijos oleh terdakwa, korban tetap mengaku tidak puas. Korban disebut kembali marah sembari menampar pipi terdakwa, sebanyak dua kali.

“Kok bisa korban tidak puas?” tanya hakim lagi. “Saat itu, saya sudah lemas, tapi korban tetap memaksa,” jawab terdakwa.

Yang membuat majelis hakim dan pengunjung sidang tersenyum, ketika mendengar pengakuan terdakwa bahwa ia sudah empat tahun menjadi gigolo.

“Empat tahun menjadi gigolo sudah capek apa belum? Sudah berhenti saja. Cari pekerjaan lain, ya,” kata majelis hakim.

Sebelumnya, di hadapan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja menjerat terdakwa dengan beberapa pasal, termasuk Pasal 338 KUHP karena dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

Kasus pembunuhan bermula saat terdakwa asal Desa Sinabun, Buleleng bertemu dengan korban di Lapangan Lumintang, Denpasar, pada tanggal 5 Agustus 2019. Di sana, terdakwa menyerahkan cek Rp 10 juta untuk uang muka pembelian mobil.

Tak lama di Lapangan Lumintang, korban dan terdakwa pergi ke Bank BRI untuk mencairkan cek dengan mengendarai mobil Suzuki Ertiga Nopol DK 1988 HA milik korban. Dalam perjalanan, korban bertanya pekerjaan pelaku, dan dijawab ia berprofesi sebagai gigolo.

Usai dari Bank BRI, terdakwa dan korban makan siang bersama. Setelah makan siang, korban mengajak terdakwa ke toko handphone di Jalan Teuku Umar. Korban lalu membeli handphone merk Vivo dan handphone tersebut diberikan kepada terdakwa.

Singkat cerita, keduanya lalu menuju ke Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Utara untuk berhubungan badan. Meski dua kali dijos, korban mengaku tidak puas.

“Rugi saya membelikan handphone kamu. Saya nggak puas sama kamu,” kata korban, sembari menampar pipi terdakwa.

Merasa direndahkan, terdakwa emosi dan mencekik leher korban dari belakang. Setelah korban lemas, terdakwa menaruh korban di atas tempat tidur dan menutupi wajah korban dengan handuk. Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia oleh penjaga penginapan. (KI6)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *