Home / Peristiwa / Nasional / Pemuka Agama: Hindari Kerumunan, Atas Nama Ibadah Sekalipun!
Pengurus KWI, MUI, PHDI, PGI dan Relawan Yayasan Buddha saat memberikan keterangan kepada wartawan di Graha BNPB, Jakarta. (istimewa)

Pemuka Agama: Hindari Kerumunan, Atas Nama Ibadah Sekalipun!

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Para pemuka dari berbagai agama sepakat mengimbau umat masing-masing untuk menghindari kerumunan, termasuk dalam hal beribadah, selama wabah virus corona (Covid-19) mengancam. Kesepakatan ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran dan menanggulangi virus mematikan itu.

“Hindari kerumunan, sekalipun itu atas nama ibadah,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) Asrorun Niam Sholeh, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Ia menjelaskan, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 14/ 2020 Tentang Pedoman Pelaksanaan Ibadah. Isinya antara lain menyebabkan bahwa ibadah yang dijalankan dengan cara kerumunan agar seminimal mungkin atau dilarang dan dihindari.

Hal tak jauh berbeda disampaikan Sekretaris Umum Persekutuan Gerja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Jacklevyn F Manuputty, pada kesempatan yang sama. Menurut dia, PGI telah mengeluarkan imbauan sejak tanggal 13 Maret 2020.

“Intinya agar seluruh umat menjaga jarak dan menghindari ibadah-ibadah yang sifatnya kerumunan,” jelasnya.

Sementara Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Hong Tjhin, juga menyatakan bahwa umat Buddha telah diimbau untuk menghentikan kegiatan yang sifatnya berkumpul, dan juga menjaga jarak minimal dua meter.

“Kita juga merekomendasikan agar kegiatan di tempat ibadah bisa dilakukan dengan bantuan teknologi,” ujar Hong.

Selanjutnya Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Steven, menuturkan, para Uskup sudah mengeluarkan petunjuk agar dapat ditaati dan dipatuhi umat.

“Poinnya agar seluruh umat mengikuti perayaan gerejawi tanpa hadir secara bersama-sama, tetapi bisa melalui media sosial digital,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Nyoman Suartanu, menyatakan, untuk mencegah Covid-19, umat Hindu agar melakukan kegiatan keagamaan cukup dari rumah saja.

“Mulai dari melakukan doa hingga meditasi di rumah saja, untuk kesembuhan dan perbaikan bangsa,” tutur Nyoman.

Berbagai pemuka agama itu hadir dalam jumpa pers bertajuk “Anjuran Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan Berkaitan dengan Self-Distancing untuk Menghindari Penyebaran COVID-19″. (KI4)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *