Home / Ekonomi / Pemkab Mabar Kucurkan Dana Stimulan Bagi 628 Kelompok Usaha Mikro
Suasana Pasar Batu Cermin, Labuan Bajo. (kitaindonesia.com/itho umar)

Pemkab Mabar Kucurkan Dana Stimulan Bagi 628 Kelompok Usaha Mikro

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur mengucurkan dana stimulan bagi 628 kelompok usaha mikro di daerah itu. Kelompok usaha yang diberikan stimulan adalah mereka yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Frans Sukur, di Labuan Bajo, Selasa (4/8/2020). Menurut dia, saat ini data penerima stimulan sudah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai Barat Nomor 160.

“Saat ini sedang proses pengajuan ke bagian keuangan daerah. Setelah itu, secepatnya nama – nama ini akan kami serahkan kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD), karena nanti pencairannya lewat BPD,” jelasnya.

Menurut dia, 628 penerima dana stimulan ini telah melalui sebuah proses yang merupakan kerja sama lintas sektoral. Ini dilakukan untuk menghindari penyaluran dana yang tidak tepat sasaran. Proses tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2020, yang merupakan turunan dari Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Dana Stimulan Bagi Usaha Mikro yang Terdampak Covid 19.

Frans menyebut, data kelompok usaha mikro penerima stimulan ini diambil dari 12 kecamatan dan 41 desa di Kabupaten Manggarai Barat. Semula, jumlah penerima yang terdata mencapai 1.665 kelompok. Namun setelah ada Peraturan Bupati Nomor 35, pihaknya melakukan verifikasi ulang.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan lintas sektor, yakni Inspektorat, Dinas Sosial (dinsos), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pihak kecamatan dan desa,” kata Frans.

Dalam verifikasi tersebut, diketahui bahwa ada yang sudah menerima dana PKH (Program Keluarga Harapan), BLT (Bantuan Langsung Tunai), BST (Bantuan Sosial Tunai), dan bantuan dari provinsi.

“Setelah diverifikasi ulang, kita kerucutkan menjadi 661 kelompok usaha mikro penerima. Setelah itu kami asistensi di Inspektorat. Di sana mereka memiliki aplikasi dan dari data tersebut masih ditemukan penerima yang telah terdata sebagai penerima dana bantuan lainnya. Dan hasil final asistensi dari Inspektorat adalah hanya sebanyak 628 kelompok usaha mikro yang berhak menerima dana stimulan ini,” ujar Frans.

BACA JUGA:   Anggaran Proyek 2020 Dicairkan 2021? Ketua Askonas Bali: Jangan Bebankan Kontraktor!

Mengacu pada Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2008 Pasal 6, imbuhnya, maka kriteria pelaku usaha mikro penerima stimulan adalah yang memiliki modal usaha Rp 0 Sampai Rp 50 Juta. Selanjutnya, pelaku usaha mikro penerima stimulan dibagi dalam tiga sektor, yakni sektor perdagangan dengan jumlah penerima 334 pelaku usaha mikro, sektor industri sebanyak 135 pelaku usaha mikro, dan sektor koperasi sebanyak 159 pelaku usaha mikro.

Jika dikelompokan berdasarkan kecamatan, 438 pelaku usaha mikro penerima stimulan berasal dari Kecamatan Komodo. Selanjutnya Kecamatan Lembor, Lembor Selatan dan Welak 126 penerima; Kecamatan Mbeliling dan Sanonggoang 21 penerima; Kecamatan Boleng 18 penerima, Kecamatan Kuwus dan Ndoso 15 penerima, Kecamatan Macang Pacar dan Pacar dengan 10 pelaku usaha mikro penerima.

“Setiap pelaku usaha mikro penerima akan mendapatkan total bantuan sebesar Rp 1.800.000 untuk jangka waktu tiga bulan, yakni terhitung dari bulan Juli – September 2020. Jangka waktu proses pencairannya pun dalam rentang waktu bulan Juli – September 2020,” jelas Frans.

Untuk proses pencairan, penerima tidak akan dikenakan biaya administrasi, termasuk biaya materai. Semuanya ditanggung oleh pemerintah. Namun, penerima tidak bisa mencairkan semua uang tersebut. Sebab sesuai aturan dari BPD, dalam rekening penerima harus menyisakan jumlah saldo dengan minimal Rp 50 ribu.

“Nanti bisa diterima sekalian untuk tiga bulan itu. Namun sebelum dicairkan oleh BPD, kami bersama tim dari BPD akan turun sosialisasikan hal ini. BPD akan sosialisasikan aturan BPD, bahwa total dana yang bisa diambil sekalian cuma sebesar Rp 1.750.000. Sisanya Rp 50 ribu itu akan mengendap menjadi saldo dasar di tabungan penerima,” pungkas Frans. (KI-21)

Check Also

Togar Situmorang Ajak Masyarakat Kawal Megaproyek Pelabuhan Segitiga Emas

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, mengajak masyarakat untuk mengawal pengerjaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *