Home / Peristiwa / Nasional / Peduli Covid 19, STT Banjar Sakah Sidak Pengendara Tanpa Masker

Peduli Covid 19, STT Banjar Sakah Sidak Pengendara Tanpa Masker

Denpasar (KitaIndonesia.Com)– Tak hanya pecalang, sekehe teruna-teruni (STT) pun patut diapresiasi dalam rangka “perang” terhadap coronavirus disease alias Covid-19. Buktinya, Minggu (25/4) kemarin, ratusan pengendara sepeda motor dan mobil yang melewati wilayah Banjar Sakah, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, dirazia tim gabungan Satgas Covid-19 desa adat dan STT Banjar Sakah.

 

Oknum tak bertanggung jawab yang tak mengenakan masker, langsung distop di tepi jalan dan diberikan masker gratis. Wajib dipakai langsung barulah pengendara diizinkan melanjutkan perjalanan.

Ketua STT Banjar Sakah Dewa Putu Yoga Sastrawan menyebut sidak masker merupakan wujud tat twam asi alias kepedulian satu sama lain. Bila semua pihak mau berpikir aku adalah kamu dan kamu adalah aku, tegasnya upaya mencegah merebaknya wabah Virus Covid-19, khususnya di wilayah Pemogan akan lebih efektif.

“Situasi saat ini memprihatinkan. Oleh karena itu kami STT Banjar Sakah mengambil inisiatif menggunakan sebagian kas untuk membeli sembako, masker, dan hand sanitizer untuk dibagikan pada warga. Anggaran kegiatan sosial ini juga sebagian dari donatur, termasuk kelian banjar,” ujar Dewa Sastrawan. Terangnya, upaya melindungi masyarakat luas akan berdampak positif bagi masyarakat lainnya. Dengan kata lain, solidaritas dan kekompakan adalah kunci kemenangan melawan virus korona.

Sementara itu, Kelian Adat Banjar Sakah, Anak Agung Gede Aryawan mengatakan selain pembagian masker gratis yang dikemas dalam bentuk sidak, pihaknya juga berbagi sembako. Sasarannya antara lain anak yatim dan kelompok lanjut usia (lansia) kurang mampu. Yang terpenting, tegasnya adalah edukasi terhadap masyarakat agar taat terhadap imbauan pemerintah.

“Sesuai data Worldometer, hingga Sabtu (25/4) pasien positif virus korona di seluruh dunia tembus angka 2.826.035 orang. Sebanyak 196.931 orang meninggal dunia. Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus virus korona terbanyak yakni 917.347 kasus. Kematian akibat virus korona di AS juga yang tertinggi, yakni 51.865 orang. Indonesia menempati posisi ke-36 dengan total kasus 8.211 positif dan 689 korban meninggal dunia. Bali mengoleksi 177 kasus positif dan menelan 4 nyawa. Ini soal serius. Jadi kita tak boleh sedikit pun menganggap remeh. Diam di rumah dan harus pakai masker,” tegasnya.

Imbuh pria yang akrab disapa Gung De itu, kegiatan bakti sosial merupakan implementasi dari keharmonisan hubungan antara sesama manusia. “Saya menekankan kepada adik-adik STT agar mereka berempati terhadap penderitaan yang dialami sesama manusia, apalagi di kala pandemi seperti ini. Di mana untuk pembagian sembako diprioritaskan kepada lansia yang kurang mampu dan anak yatim. Tujuannya agar pada masa pandemi seperti sekarang ini beban hidup mereka sedikit berkurang,” ungkapnya. Gung De menekankan bakti sosial yang dilakukan pihaknya tanpa membedakan status sosial atau dari mana penerima bantuan berasal. (KI6)

Check Also

Ini Pemenang Kompetisi Digital Tourism yang Diselenggarakan LSPR dan Kemenparekraf

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – LSPR Communication and Business Institute bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *