Home / Politik / PDIP Bali Bantah “Tebang Pilih”
Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya. (istimewa)

PDIP Bali Bantah “Tebang Pilih”

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sikap tegas DPD PDIP Provinsi Bali terhadap kadernya yang bermasalah, sedang diuji. Publik tentu mengapresiasi reaksi cepat partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, yang langsung mengambil sikap terhadap dua kadernya yang juga anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali, masing-masing IKD dan KDY, yang diduga terlibat perselingkuhan.

Keduanya bahkan langsung diusulkan ke DPP PDIP untuk dipecat. Bukan itu saja, baik IKD maupun KDY, juga diusulkan untuk diganti dari anggota DPRD Provinsi Bali.

Namun di sisi lain, publik masih menunggu sikap serupa dari DPD PDIP Provinsi Bali terhadap salah satu anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali berinisial MD, yang dijemput paksa oleh polisi, Sabtu (14/3/2020). Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali Dapil Badung itu dijemput paksa polisi karena dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan oleh salah seorang warga.

Sejauh ini, DPD PDIP Provinsi Bali belum menggelar rapat untuk membahas kasus yang dialami MD. Alasannya, kasus MD baru diketahui berdasarkan pemberitaan media.

“Baik fraksi maupun partai belum ada sikap, karena baru mengetahui lewat berita saja,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, saat dikonfirmasi terkait kasus MD, di Denpasar, Senin (16/3/2020).

Disinggung PDIP justru ‘tebang pilih’ dalam menyikapi masalah kader, mengingat kasus IKD dan KDY juga diketahui berdasarkan pemberitaan media, Dewa Jack membantahnya.

“Tidak membedakan, karena memang masih sebatas berita,” tegas politikus PDIP asal Buleleng yang sudah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali itu.

Hingga berita ini diturunkan, MD belum berhasil dikonfirmasi. Diketahui, MD dilaporkan atas dugaan ingkar janji dan penggelapan mobil. MD sudah dua kali dipanggil polisi, tapi tidak datang. Akibatnya, MD dijemput paksa untuk dilakukan pemeriksaan di Polsek Denpasar Selatan.

MD sesungguhnya sudah lama dilaporkan oleh korban. Namun baru Sabtu, terlapor berhasil diperiksa polisi. MD hanya diperiksa, dengan status sebagai saksi. Setelah menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan diperbolehkan pulang.

Kasus yang menimpa MD bermula saat dirinya maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) pada Pemilu Legislatif 2019. Saat itu, MD konon meminjam mobil di salah satu tempat rental di Denpasar Selatan, untuk disewakan guna keperluan sebagai Caleg. Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, mobil pinjaman tersebut belum dikembalikan. Bahkan uang sewa, juga belum dibayar.

Sebelum dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan, korban sempat mencari MD, namun tak pernah ketemu. Karena dinilai tak tepati janji, korban kemudian membuat laporan polisi. (KI4)

Check Also

Maju Mundur Jadwal Pemilu, Sekjend PKP Usulkan Rembuk Nasional

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *