Home / Peristiwa / Nasional / Pariwisata Terguncang, DPRD Bali Dorong Gubernur Genjot Sektor Primer
Koordinator Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2019, I Nyoman Adnyana, saat menyampaikan laporan hasil pembahasan. (humas dprd bali)

Pariwisata Terguncang, DPRD Bali Dorong Gubernur Genjot Sektor Primer

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pariwisata telah menjadi lokomotif perekonomian Bali selama ini. Dominasi sektor tersier ini telah menggeser sektor lainnya, tak terkecuali sektor primer terutama pertanian dalam arti luas, yang mayoritas digeluti masyarakat Bali secara turun temurun.

Celakanya, sektor pariwiata justru sangat rentan dengan isu keamanan dan kesehatan. Dua kali peristiwa bom serta pandemi Covid-19, adalah kabar buruk bagi sektor pariwisata. Bahkan selama wabah corona berlangsung saat ini, pariwisata Bali mengalami guncangan hebat.

Kondisi ini mendapat perhatian serius DPRD Provinsi Bali. Bahkan lembaga legislatif di Renon itu mendorong Gubernur Bali Wayan Koster, untuk melakukan beberapa hal.

Salah satunya, Gubernur Bali diminta menggenjot sektor primer. Ini sangat penting, sehingga ketika sektor pariwisata mengalami keterpurukan seperti saat ini, sektor pertanian bisa menjadi penopang.

“Karena situasi dan kondisi Bali, Indonesia dan dunia seperti ini, kami mendorong gubernur untuk selalu melakukan upaya-upaya di sektor primer supaya menjadi pilihan setelah sektor pariwisata mengalami gangguan,” kata Koordinator Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2019, I Nyoman Adnyana, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, di Gedung Dewan, Kamis (14/5/2020).

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali ini menyebut, sektor primer terutama pertanian dalam arti luas perlu lebih digiatkan lagi untuk meningkatkan aktivitas perekonomian lokal sehingga terbuka kesempatan kerja.

Selain sektor primer, sektor sekunder, juga perlu mendapat perhatian gubernur. Adnyana mengatakan, sektor sekunder perlu didukung dengan adanya kebijakan sehingga bisa mengurangi dominasi peranan sektor tersier.

“Kami juga mendorong gubernur agar sedini mungkin untuk melakukan pengembangan industri kreatif,” ujar Adnyana.

Industri kreatif yang dimaksud, demikian Adnyana, meliputi kerajinan tangan, barang kesenian, kuliner dan lainnya. Jika industri kreatif dapat tumbuh dan berkembang, tentu dapat membuka lapangan kerja.

“Utamanya bagi para tenaga kerja di sektor pariwisata yang kini terdampak Covid-19 dan harus di-PHK atau dirumahkan. Upaya ini diharapkan bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu pertumbuhan perekonomian Bali,” pungkas Adnyana. (KI4)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *