Home / Peristiwa / Nasional / Pariwisata Rentan, Nurdin Halid: Ubah Pendekatan Pembangunan Bali
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar HA Nurdin Halid, saat memaparkan materi dalam Webinar yang diselenggarakan DPD Partai Golkar Provinsi Bali. (istimewa)

Pariwisata Rentan, Nurdin Halid: Ubah Pendekatan Pembangunan Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar HA Nurdin Halid, mengatakan, Bali merupakan destinasi premium kelas dunia dan ikon Indonesia. Kontribusi Bali untuk devisa negara sekitar Rp 130- Rp 150 triliun per tahun.

Struktur ekonomi Bali, kata Nurdin Halid, berbentuk piramida terbalik. Di mana sektor tersier mendominasi (69,71%), disusul sektor sekunder (18,80%), sektor primer (14,50%). Namun masalah muncul, sebab dominasi sektor tersier (pariwisata) di Bali ternyata sangat rentan.

“Pariwisata sangat rawan terhadap krisis non-ekonomi seperti terorisme, perang, dan wabah penyakit seperti virus corona yang melanda dunia saat ini,” kata Nurdin Halid, saat tampil sebagai salah satu narasumber Webinar “Strategi Operasional Pembangunan Sektor Industri dan UMKM Bali di Era New Normal” yang diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Selasa (23/6/2020).

Mencermati kondisi tersebut, Nurdin Halid menyarankan agar menciptakan keseimbangan baru ekonomi Bali dengan perubahan paradigma dan pendekatan.

“Paradigma pembangunan Bali harus diubah atau dipertegas, yaitu ‘pembangunan ekonomi berbasis kekuatan sumber daya lokal (sumber daya alam dan budaya) yang berkeadilan dan berkelanjutan’,” tandas Nurdin Halid, yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ini.

Selanjutnya, orientasi pembangunan ekonomi Bali harus tertuju kepada tiga hal utama. Pertama, pelestarian sumber daya keindahan alam serta budaya Bali. Kedua, ketahanan ekonomi (pangan) masyarakat Bali, terutama menghadapi krisis. Ketiga, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bali secara berkelanjutan (dinikmati generasi-generasi selanjutnya).

“Selanjutnya, pendekatan pembangunan harus diubah, yaitu memperkuat komunitas-komunitas sosial ekonomi dan budaya Bali. Seluruh kebijakan dan program pemerintah harus mampu memberdayakan dan memperkuat komunitas petani, pekebun, peternak, petambak, nelayan, pengrajin, pekerja seni, pemangku adat, pedagang, kuliner, souvenir, distributor, karyawan, sopir, tour guide, homestay, fotografer, dan komunitas UMKM lainnya,” saran Nurdin Halid.

Ia juga mendorong rancangan besar atau grand desain ekonomi Bali. Pertama, melestarikan dan memperkuat sektor primer berbasis sumber daya alam dan budaya Bali. Kedua, memperbesar dan memperluas industri sektor sekunder dengan hilirisasi sektor primer. Ketiga, mewujudkan koperasi pariwisata sebagai rumah besar bersama 326 ribu lebih UMKM dan 4.800 lebih koperasi se-Bali. (KI-01)

BACA JUGA:   Golkar: Karangasem dan Bangli Siap Tarung, Badung dan Denpasar Akan Ada Kejutan

Check Also

Gerakan Menanam Bersama Napi, Parta: Ini Tindakan ‘Memanusiakan’

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kalapas  Buleleng berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng dan Komunitas Lingkungan E-Darling …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *