Home / Peristiwa / Nasional / Pariwisata Babak Belur Karena Virus Corona, Demer: Pemerintah Perlu Relaksasi Perbankan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, menerima audiensi Serikat Pekerja JICT dan Serikat Pekerja PT KAI. (istimewa)

Pariwisata Babak Belur Karena Virus Corona, Demer: Pemerintah Perlu Relaksasi Perbankan

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wabah virus corona telah membuat sektor pariwisata di Tanah Air babak belur. Sebab penyebaran virus mematikan ini, telah membuat kunjungan wisatawan menurun tajam, tak terkecuali ke Bali yang menjadi destinasi wisata unggulan selama ini.

Akibat ikutannya, banyak hotel kesulitan untuk membayar upah karyawan. Apabila kondisi ini berlarut – larut, bukan tidak mungkin pekerja pariwisata terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Mencermati hal ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer meminta pemerintah untuk mengambil langkah – langkah strategis guna mengantisipasi ambruknya sektor pariwisata. Ia sendiri mengapresiasi langkah pemerintah sejauh ini, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat terbatas di Kantor Presiden, 25 Februari lalu.

Pemerintah, sebagaimana dituturkan Sri Mulyani, akan memberikan insentif untuk sektor pariwisata sebagai upaya penyelamatan akibat serangan virus corona tersebut. Insentif yang diberikan tersebut antara lain berupa tambahan anggaran sebesar Rp 298,5 miliar untuk maskapai penerbangan dan travel agent.

Insentif ini dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri. Selain itu, memberikan insentif sebesar Rp 443,39 miliar dalam bentuk diskon potongan harga tiket 25 persen seat per pesawat yang menuju 10 destinasi wisata, meliputi Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Mandalika, Bali, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam dan Bintan.

“Pemerintah, sebagaimana disampaikan Sri Mulyani, juga membebaskan pungutan pajak hotel dan restoran (PHR) selama 6 bulan ke depan,” kata Demer, di Gedung DPR RI, Jakarta, usai menerima audiensi Serikat Pekerja JICT dan Serikat Pekerja PT KAI, Rabu (26/2/2020).

Namun, mantan Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini menilai hal tersebut belum cukup. Politikus Partai Golkar asal Bali itu meminta pemerintah untuk tidak hanya memberikan insentif tersebut, namun juga dapat melakukan relaksasi terhadap perbankan.

“Saya mengapresiasi upaya pemerintah dalam rangka menyelamatkan sektor pariwisata, terkait maraknya isu virus corona belakangan ini. Hanya saja, saya meminta pemerintah tidak hanya memberikan insentif, namun juga melakukan relaksasi terhadap perbankan berupa penundaan pembayaran bunga dan cicilan,” ujar Demer.

“Juga sebisa mungkin melakukan penggabungan hari libur nasional seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2004 lalu, guna kembali meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” pungkas Ketua DPP Partai Golkar itu. (KI4)

Check Also

Rencana Bali Dibuka Bagi Wisman, Jamaruli Manihuruk: Petugas Imigrasi Selalu Siap di Lapangan

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah berencana membuka pintu bagi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *