Home / Peristiwa / Nasional / Panji Astika: Pangurip Gumi Demi Kesucian dan Kemakmuran Dunia Sekala Niskala

Panji Astika: Pangurip Gumi Demi Kesucian dan Kemakmuran Dunia Sekala Niskala

Tabanan (KitaIndonesi.com) – Prosesi Pemelastian/Melasti Karya Pangurip Gumi Pura Luhur Batukau diikuti ribuan krama Bali dengan penuh semangat dan penuh tulus ikhlas. Nampak warga Tabanan di sepanjang rute Pemelastian Ida Bhatara memberikan sumbangan berupa air minum, makan ringan hingga nasi bungkus cuma-cuma untuk para pengiring di hari kedua Melasti, Kamis (30/1). Tidak ketinggalan pula Puri Anom Tabanan turut memberikan fasilitas kamar tidur dan toilet bagi para pemangku dan menyiapkan konsumsinya saat Ida Bhatara mererepan (bermalam) di Puseh Desa Adat Kota Tabanan malam ini. Untuk para pemangku dan pengiring juga disediakan Pelayanan Pijat dan Terapi tradisional Gratis bersama Yayasan Mandala Suci.

Tokoh Puri Anom Tabanan, A.A Ngurah Panji Astika menuturkan sejak seminggu lalu telah menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan ketika ribuan pengiring tiba di Pura Puseh yang lokasinya berdampingan dengan Puri Anom Tabanan. Ia bersama keluarga puri dengan senang hati turut ngiring Ida Bhetara dan menerima kehadiran para pemangku serta pengiring untuk beristirahat di puri yang sering dipergunakan sebagai tempat menggelar berbagai kegiatan seni-budaya tersebut.

“Malam ini adalah kali kedua Ida Bhatara Luhur Pura Batukau dan Ida Bhatara pura jajar kemiri yaitu Pura Batu Salahan, Pura Petali, Pura Puncak Sari, Pura Tambawaras, Pura Luhur Puncak Kedaton, serta Pura Luhur Besi Kalung yang sebagian mesandekan (beristirahat) dan mererepan (bermalam) di Pura Puseh ini. Bisa dibayangkan umat yang berjalan kaki selama 3 malam 4 hari dan menempuh jarak total 90 km tentu akan mengalami kelelahan dan permasalahan kesehatan lainnya. Untuk mengantisipasi hal itu sejak Rabu (29/1) kemarin hingga saat ini pengobatan gratis yang kita berikan telah melayani ratusan krama yang mengalami keluhan fisik maupun mental dan astungkara mereka menyatakan sangat merasakan manfaatnya. Tubuh dan pikirannya merasa bugar kembali”, ujarnya.

 

Turah Panji panggilan akrabnya di sela-sela nyanggra atau menyambut iring-iringan Ida Bhatara yang hari ini usai mesucian di Pura Tanah Lot, menyatakan sangat antusias dan begitu terkesan terlibat dalam upacara agung yang langka dan sakral tersebut.

“Karya Agung Pangurip Gumi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali energi kehidupan, kesucian, menjaga keseimbangan, keserasian, keharmonisan dan kelestarian planet bumi secara sekala dan niskala. Melalui tirta segara yang ditunas di Pura Tanah Lot harapannya supaya alam semesta beserta isinya dibersihkan dari segala keletehan (kekotoran) dan dilimpahkan kerahayuan serta kemakmuran oleh Ida Hyang Widhi Wasa. Sudah barang tentu dengan diiringi niat dan komitmen yang tulus dan serius dari krama, karya ini memargi antar, labda karya sida sidaning don”, pungkasnya.

Untuk diketahui setelah dilaksanakannya Karya Agung Mamungkah lan Ngenteg Linggih di Pura Luhur Batukau pada April 1993 lalu, kemudian disusul dengan Karya Agung Penaweng Jagat dan Pangurip Gumi pada 2006 lalu, kini kembali digelar karya serupa di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kec. Penebel, Tabanan. Pada kesempatan kali ini berupa Karya Agung Pangurip Gumi yang diikuti kurang-lebih 20 ribu krama Bali dengan panjang iring-iringan sekitar 2 km. Setelah mererepan di Pura Puseh Kota Tabanan, Jumat (31/1) pkl. 06.00 pagi Ida Bhatara akan kembali melanjutkan pemargi menuju Pura Bale Agung Penatahan untuk simpang dan ke Pura Bale Agung Tengkudak untuk mererepan. Keesokan paginya Sabtu (1/2) Ida Bhatara mewali ke Pura Luhur Batukau untuk dihaturkan Pemendak Agung.

Check Also

Wakil Wali Kota Denpasar Minta Rekanan Agar Pembangunan Tepat Waktu dan Mutu

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pemkot Denpasar terus mendorong terciptanya pembangunan fisik maupun non fisik yang tepat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *