Home / Nusantara / Pandemi Corona, Golkar Bali: Kaji Ulang Menutup Akses Internet Saat Nyepi
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry melakukan fogging di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Kamis (19/3/2020). (istimewa)

Pandemi Corona, Golkar Bali: Kaji Ulang Menutup Akses Internet Saat Nyepi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebagai mana tahun sebelumnya, akses internet akan ditutup pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1942 yang jatuh tanggal 25 Maret 2020 mendatang. Akses internet akan ditutup selama 24 jam dengan tujuan Tapa Brata Penyepian dalam berlangsung khusuk dan hikmat.

Namun demikian, kebijakan ini menuai polemik, terutama di tengah ancaman wabah virus corona jenis baru atau Covid-19. Sebagian masyarakat Bali termasuk DPD Partai Golkar Provinsi Bali, menghendaki agar kebijakan tersebut dikaji ulang mengingat situasi yang tidak memungkinkan saat ini.

“Kami berpandangan bahwa permasalahan pandemi corona merupakan hal yang luar biasa dan harus ditangani secara sungguh-sungguh serta serius oleh seluruh komponen masyarakat,” tutur Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr I Nyoman Sugawa Korry, di sela-sela melakukan fogging di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (19/3/2020).

Dikatakan, dalam situasi dan kondisi yang biasa, tentu wajib bagi masyarakat Bali untuk menjalankan Tapa Brata Penyepian dengan khusuk dan taat. Namun dengan kondisi yang luar biasa seperti saat ini, demikian Sugawa Korry, masyarakat membutuhkan informasi setiap saat.

“Saat ini kondisinya luar biasa. Masyarakat harus mendapatkan informasi dan instruksi terkini. Sehingga ketika dipandang penting harus mendapatkan informasi, masyarakat bisa mengantisipasi dengan segera,” ujar Sugawa Korry, yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali.

Atas dasar itu, DPD Partai Golkar Provinsi Bali meminta agar mempertimbangkan kembali masyarakat dibolehkan mengakses internet saat Hari Raya Nyepi tahun ini. Meski begitu, masyarakat yang melaksanakan Nyepi tetap lebih mengutamakan kewajiban agama jika memang situasinya baik-baik saja.

“Membolehkan masyarakat mengakses internet perlu dipertimbangkan, dengan catatan masyarakat wajib memprioritaskan kewajiban agama dan toleransi untuk mengakses internet dibolehkan berdasarkan Bhisama PHDI,” pungkas Sugawa Korry.

Pada kesempatan tersebut, Sugawa Korry juga mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya fokus pada ancaman virus corona. Penyakit lain yang tak kalah menakutkan dengan jumlah kasus dan korban jiwa tinggi saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Karena itu, DPD Partai Golkar Provinsi Bali juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai DBD. (KI4)

Check Also

Muscablub Pemuda Pancasila Karangasem, Sujanayasa Terpilih Aklamasi Jadi Ketua

Karangasem (KitaIndonesia.Com) – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karangasem menggelar Musyawarah Cabang Luar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *