Home / Nusantara / Pandemi Corona Ancam Lumpuhkan Ekonomi, PSR: Bali Harus Berlakukan Lockdown!
Anggota Komisi VI DPR RI, Putu Supadma Rudana (PSR). (istimewa)

Pandemi Corona Ancam Lumpuhkan Ekonomi, PSR: Bali Harus Berlakukan Lockdown!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hingga 28 Maret 2020, total ada 1.155 kasus positif corona yang tersebar di 29 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 102 orang di antaranya meninggal dunia dan 59 orang dilaporkan sembuh.

Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan. Apalagi, virus corona tidak saja telah membuat korban jiwa terus berjatuhan. Sektor perekonomian pun terancam lumpuh, tak terkecuali sektor pariwisata.

Mencermati kondisi ini, anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR) mengingatkan pemerintah terkait dampak buruk jika kondisi ini berlarut – larut. Keguncangan yang dialami sektor pariwisata yang merupakan sumber andalan pendapatan daerah Bali sekaligus menyerap tenaga kerja paling besar, menurut PSR, bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja pariwisata.

Selaku wakil rakyat asal Bali, PSR mengingatkan pemerintah agar jangan sampai terjadi PHK. Sebab pekerjaan pemerintah dipastikan akan menjadi lebih berat lagi, jika kondisi ini terjadi.

“Wabah virus corona ini pasti akan menjadikan perekonomian kita lumpuh. Sekarang dengan kondisi pariwisata lesu, kita harapkan tidak ada PHK untuk pekerja pariwisata dan sektor swasta lainnya di Provinsi Bali,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu, di Denpasar, Minggu (29/3/2020).

Atas dasar itu, PSR mendesak Pemprov Bali agar benar mengambil langkah cepat, seperti memberlakukan lockdown lokal untuk Bali. Jika ini dilakukan, maka pemerintah bisa fokus memutus rantai penyebaran virus corona yang ada, dan tidak dibebani dengan penambahan jumlah kasus.

“Sejak Februari lalu saya telah mendesak pemerintah melakukan lockdown. Termasuk di Provinsi Bali. Tetapi pemerintah enggan melakukan itu. Kita tidak mau terlambat mencegah wabah ini makan banyak korban,” ujar putra mantan anggota DPD RI Perwakilan Bali Bali, Nyoman Rudana, itu.

“Jadi, Pemprov Bali harus berani tegas memberlakukan lockdown lokal, seperti yang diterapkan pada Kamis, 26 Maret lalu, untuk mencegah penyebaran virus corona di Bali,” imbuh PSR, yang juga mantan anggota Komisi X DPR RI.

Politikus asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini mengakui,
pembatasan lalulintas orang seperti yang diberlakukan pada tanggal 26 Maret lalu di Provinsi Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, sudah masuk kategori lockdown lokal. Langkah itu dinilai sangat tepat untuk membatasi lalulintas orang, kecuali untuk kepentingan yang mendesak atau darurat.

“Penyebaran Virus Corona makin mengganas. Paling tidak lockdown ini untuk 14 hari ke depan seperti 26 Maret kemarin. Saya apresiasi petugas kepolisian dengan pola lebih soft membatasi lalulintas orang di tempat umum. Tetapi alangkah baiknya kalau ditegaskan lagi dengan lockdown. Membatasi orang keluar masuk itu tujuannya agar masyarakat tetap berdiam diri di rumah,” tutur ¬†Wakil Sekjend DPP Partai Demokrat itu. (KI4)

Check Also

Jaga Kamtibmas, BMI Jalin Kerja Sama dengan Polda Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebagai salah satu elemen bangsa, Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Bali memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *