Home / Politik / Paket HEBAT Ingin Jadikan Petani Ngada Hebat

Paket HEBAT Ingin Jadikan Petani Ngada Hebat

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Helmut Waso – Anis Tau Ruba (HEBAT), menjadi salah satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang siap bertarung pada Pilkada Ngada 2020. Paket HEBAT mendapat dukungan dari koalisi PDIP, Partai Perindo dan Partai Gerindra.

Kepada kitaindonesia.com saat dikonfirmasi dari Labuan Bajo, Senin (24/8/2020), Anis Tau Ruba menjelaskan bahwa Paket HEBAT ingin fokus pada pertumbuhan sektor pertanian sebagai lokomotif perekonomian Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Ini penting, demikian Anis, mengingat sekitar 85 persen pekerjaan utama warga Kabupaten Ngada adalah bertani. Permasalahan selama ini, pola pengerjaan lahan oleh petani masih dikelola secara tradisional.

“Karena itu, kami ingin menjadikan sektor pertanian sebagai fokus utama lima tahun ke depan, jika dipercaya oleh masyarakat. Kami akan mendorong petani Ngada lebih maju, lebih hebat. Jadi fokus kami pada penguatan ekonomi berbasis pertanian, juga perkebunan, peternakan dan perikanan,” jelas Anis.

“Kami akan mengurus sektor pertanian dari hulu sampe hilir. Mulai dari menangani infrastruktur pertanian, pendampingan pertanian hingga pemasaran komoditi,” imbuh mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT ini.

Ia menyebut, sektor perkebunan merupakan salah satu daerah penghasil komoditi kopi terbesar di Provinsi NTT. Nantinya, dalam setiap proses produksi, petani kopi di Kabupaten Ngada akan didorong dan didampingi oleh tenaga khusus, sehingga dapat menghasilkan komoditi yang jauh lebih baik.

Paket HEBAT bahkan berkeinginan besar menjadikan hasil komoditi yang berkualitas tersebut nantinya dapat digunakan untuk kepentingan ekspor.

“Selama ini kopi hanya habis petik terus selesai. Hanya untuk konsumsi masyarakat lokal. Untuk penjagaan mutu kopi dan perawatan, petani harus dibimbing oleh tenaga khusus. Sehingga dari penanaman sampai produksinya akan lebih baik,” ucapnya.

Selain kopi, lanjut Anis, untuk kebutuhan ekspor berbagai komoditi juga sudah dikembangkan di Ngada selama ini. Seperti cengkeh, vanili, pala dan lainnya.

“Semuanya perlu dilakukan pendampingan, baik melalui penggunaan teknologi modern, revitalisasi pertanian, penguatan lembaga hingga personel pendamping di lapangan. Sasaran produksinya ke daerah lain bahkan untuk kebutuhan ekspor,” tandas Anis.

Untuk mendukung semua konsep tersebut, paket HEBAT akan menaikkan anggaran pada sektor pertanian sebanyak tiga kali lipat dari anggaran semula. Jika sebelumnya anggaran untuk sektor pertanian hanya berkisar pada angka Rp 16 miliar, nantinya paket HEBAT menginginkan anggaran pertanian dialokasikan antara Rp 45 miliar bahkan Rp 60 miliar.

“Untuk pertanian, kita akan naikkan anggarannya tiga kali lipat, supaya revitalisasi pertanian itu benar nyata. Dari mana anggarannya? Kita lakukan rasionalisasi dari sektor yang lain. Selain itu, kita akan memanfaatkan tambahan anggaran Dana Alokasi Umum dari Kementerian Keuangan,” beber Anis.

Sementara itu, program paket HEBAT ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Salah satunya, sebagaimana disampaikan Penasihat Diaspora Ngada di Manggarai Barat (Mataraga), Boni Reza.

“Kami sangat mendukung langkah paket HEBAT dalam menjadikan pertanian sebagai fokus utama, jika diberikan kepercayaan memimpin Kabupaten Ngada selama 5 tahun ke depan,” tuturnya, saat dikonfirmasi terpisah.

Namun ia berharap, paket HEBAT juga bisa menangkap peluang besar di sektor pariwisata. Salah satunya, Boni mendorong pasangan dengan tagline “Ngada Hebat, Petani Hebat, Ekonomi HEBAT, Kota Bersinar” itu dapat berpartisipasi dalam mendukung sektor pariwisata di Manggarai Barat.

“Manggarai Barat merupakan pintu gerbang bagi kabupaten lainnya di NTT ini, termasuk Ngada. Segala macam jenis kebutuhan dalam mendukung sektor pariwisata di Labuan Bajo bisa datang dari kabupaten lain sebagai pendukung, contohnya Kabupaten Ngada. Dengan hasil komoditi kopi Bajawa yang berkualitas, tentu akan dapat memenuhi permintaan kopi yang begitu tinggi dari para wisatawan di Labuan Bajo,” ujarnya.

“Selain itu, tentu saja kebutuhan sayur – mayur bagi hotel – hotel ataupun restoran yang ada. Dengan memperhatikan kualitas yang disertai kebersihan dan kesehatannya, tentu tidak akan kalah bersaing dengan daerah lain di luar Provinsi NTT yang selama ini juga menjadi pemasok utama kebutuhan sayur di Labuan Bajo,” pungkas Boni. (KI-21)

Check Also

Silaturahmi Polda Bali Usai Pilkada Tabanan, Cabup Panji Astika Komit Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Tabanan (KitaIndonesia.Com) – Polda Bali menggelar silaturahmi dengan Calon Bupati (Cabup) Tabanan Anak Agung Ngurah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *