Home / Nusantara / Padi Sudah Berumur 2 Bulan Namun Pupuk Bersubsidi Nihil, Petani Rego Menjerit
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat konferensi pers di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat. (kitaindonesia/itho umar)

Padi Sudah Berumur 2 Bulan Namun Pupuk Bersubsidi Nihil, Petani Rego Menjerit

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Petani sawah di wilayah Rego, Kecamatan Masang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menjerit. Pasalnya pada saat padi di sawah mereka sudah memasuki usia 2 bulan, pupuk bersubsidi malah nihil.

Mereka bingung kepada siapa mengadu. Para petani ini berharap, ada perhatian khusus dari Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dalam mengurai masalah ini. Apalagi masalah pupuk bersubsidi, bukan baru kali pertama terjadi di wilayah itu.

“Padi rata-rata sudah berumur dua bulan. Tetapi pupuknya belum ada sampai saat ini. Padahal petani semuanya sudah membayar,” keluh seorang petani muda Rego, melalui pesan singkat kepada kitaindonesia.com di Labuan Bajo, Selasa (2/3/2021).

Ia meminta agar masalah pupuk di wilayah Rego khususnya dan Kecamatan Masang Pacar umumnya ini, mendapat perhatian khusus pemerintah. Jika tidak, petani sawah dipastikan akan gagal panen.

“Banyak yang terancam gagal panen, gara-gara pupuk belum ada sampai sekarang. Padahal uang pembelian pupuk sudah lunas, tetapi pupuk belum ada kabar,” imbuh petani, yang juga seorang tenaga honor ini, dan enggan namanya dimediakan.

Hal hampir senada juga disampaikan petani Rego lainnya, Yosef P, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon secara terpisah. Ia membenarkan bahwa petani sawah di wilayah itu belum mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Belum ada. Petani berharap ada jalan ke luar dari situasi ini. Kalau tidak, pasti gagal panen,” jelasnya.

Yosef P tak menampik, ada beberapa pengusaha di daerah itu yang menjual pupuk. Meski bertulis pupuk bersubsidi, namun harganya antara Rp300.000 hingga Rp500.000.

“Ada yang harganya sampai 500 ribu rupiah. Ini jauh sekali dengan pupuk bersubsidi yang rata harganya 250 ribu rupiah,” ujar Yosef P.

Kuota Tidak Sesuai atau Distributor Nakal?

Keluhan para petani sawah di wilayah Rego ini, mendapat perhatian khusus dari Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. Ia berkomitmen untuk membedah persoalan yang dihadapi para petani yang sering terjadi saat musim tanam tiba ini.

“Kami akan mencari tahu, apakah kuota pupuknya tidak sesuai dengan luas lahan atau distributornya nakal atau malah para pengecer yang nakal. Kami akan panggil Kadis Pertanian dan distributor yang gudangnya ada di Labuan Bajo,” kata Bupati Edi Endi, menjawab kitaindonesia.com dalam konferensi pers di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, di Labuan Bajo, Selasa (2/3/2021) pagi.

Ia menjelaskan, mengingat ini adalah pupuk bersubsidi, maka masalah ini sesungguhnya menjadi domain pemerintah pusat. Namun pihaknya akan melakukan penelusuran, karena menyangkut nasib petani di wilayah itu.

Bupati Edi Endi lalu menjelaskan proses dan tahapan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini. Menurut dia, umumnya pasokan pupuk disesuaikan dengan usulan dari bawah yang dibuat oleh kelompok tani.

Usulan itu lalu diteruskan ke PPL, kemudian koordinator, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga akhirnya diterima pusat. Setelah dikaji, pusat menentukan kuota untuk masing-masing kabupaten.

“Jadi apabila terjadi masalah seperti ini, bisa juga kelompok taninya tidak memberikan data yang benar,” ujarnya.

Meski begitu, Bupati Edi Endi memastikan bahwa masalah pupuk bersubsidi ini akan menjadi perhatiannya. Apalagi sebelumnya persoalan ini sempat dibahas di Kupang.

“Nanti akan kita kaji lagi. Salah satu langkah, mungkin bisa kita ajukan reschedulle. Misalnya jatah bulan depan kita tarik untuk bulan ini. Bisa juga pupuk di daerah yang serapannya rendah, dipindahkan ke tempat yang membutuhkan. Kita koordinasikan ini dengan provinsi nanti, meskipun keputusannya tetap pemerintah pusat,” pungkas Bupati Edi Endi. (KI-05)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *