Home / Hukum / Ormas Satu Darah Kembali Berulah, Ancam Tembak Kepala Direktur Sky Garden
Cek TKP. Polisi memeriksa rekaman CCTV di Sky Garden (Istimewa)

Ormas Satu Darah Kembali Berulah, Ancam Tembak Kepala Direktur Sky Garden

Badung (KitaIndonesia.Com) – Sky Garden bergejolak kembali. Informasi yang diperoleh, Senin, (12/8), Kamis (8/8) lalu, nyawa Direktur PT ESC Urban Food Station alias Sky Garden, H. Suwarno “kembang kempis. Itu lantaran teror yang dialami sang purnawirawan Polri di dalam brankas lantai II night club yang beralamat di Jalan Raya Legian No.61, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Suwarno menerima ancaman tembak di kepala lantaran tidak mau menyerahkan Kartu Tanda Penduduk alias KTP. Selain diancam, korban juga menyaksikan langsung uang senilai Rp 180 juta dari brankas berpindah ke tas kresek warna putih.

“Saya dipaksa menyerahkan KTP. Karena tidak mau, salah seorang preman suruhan pelaku (pembobol brankas) berkata kalau tidak diserahkan muka kamu saya lubangi. Karena ketakutan, maka saya disuruh ngirim foto KTP saya ke Pamela,” ucap korban memberikan keterangan saat diperiksa di Mapolsek Kuta, Jumat (9/8) dini hari. Selaku Direktur PT ESC Urban Food Station alias Sky Garden, H. Suwarno mengaku menderita kerugian senilai Rp 180 juta dan berharap peristiwa yang dialaminya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menariknya, sebelum menerima ancaman penembakan, Kamis (8/8) sekitar pukul 17.30, sang direktur dituduh mencuri oleh Pamela Wilaras dan Anne. Keduanya datang ke Sky Garden sekitar 20 orang anggota Ormas Satu Dara yang dipimpin Markus. Tidak terima dengan penjelasan sang direktur, pelaku malah menyuruh seorang kasir bernama Ian agar membuka brankas dan mengosongkannya. Kepada penyidik, korban menyebut uang senilai Rp 180 juta tersebut diserahkan Pamela dan Anne kepada oknum bernama Titian Wilaras. “Intinya, pelaku mengambil uang dengan memaksa supervisor kasir membuka brankas. Kejadiannya, Jumat (9/8) sekitar pukul 03.30,” sambung sumber sembari menyebut laporan korban bernomor LP-B/198/VIII/2019/Bali/Resta DPS/Sek Kuta diterima AIPDA I Ketut Mardhana.

Tak hanya itu, gerombolan preman yang berpusat di Belanda tersebut diketahui juga menganiaya dua orang staf Sky Garden, yakni Sadewo dan Stave hingga babak belur dan berdarah. “Semalam Titian Wilaras dan pentolan premannya yang bernama Markus sudah diamankan di Polsek Kuta dengan laporan perampasan dan pencurian uang sejumlah 180 juta dengan pemberatan serta 2 laporan penganiayaan yang dilaporkan oleh 2 orang karyawan Sky Garden atas mama Sadewo dan Steave,” rinci sumber di kepolisian.

Dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa membenarkan adanya laporan bernomor LP-B/198/VIII/2019/Bali/Resta DPS/Sek Kuta. “Masih lidik dan dilakukan pengembangan. Mohon bersabar,” ucapnya. Diketahui, polisi telah terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membuka rekaman Closed Circuit Television alias CCTV. Kini beberapa orang masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Check Also

Perkara Tanah Keranga, Mantan Bupati Mabar Dituntut 15 Tahun Penjara

Kupang (KitaIndonesia.Com) – Sidang perkara tindak pidana korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Manggarai Barat (Mabar) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *