Home / Pendidikan / Orangtua Siswa Kembali Datangi DPRD Bali, Adi Wiryatama: Masih Ada yang Tercecer
Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Putu Budiarta, saat menerima perwakilan orangtua siswa. (humas dprd bali)

Orangtua Siswa Kembali Datangi DPRD Bali, Adi Wiryatama: Masih Ada yang Tercecer

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021, masih menyisakan persoalan. Buktinya, sejumlah perwakilan orangtua siswa kembali mendatangi DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7/2020).

Ini untuk kedua kalinya para orangtua siswa mendatangi Gedung Dewan di Renon, itu. Mereka rata-rata berasal dari Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar, yang anaknya gagal masuk SMA/ SMK Negeri dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.

Di Gedung Dewan, mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Putu Budiarta dan sejumlah anggota. Para orangtua siswa ini meminta agar dewan memperjuangkan nasib anak-anak mereka yang belum mendapatkan sekolah.

“Kami mohon dewan memfasilitasi anak-anak kami yang belum diterima di SMA atau SMK Negeri,” kata salah satu perwakilan orangtua siswa.

Pada prinsipnya, para orangtua siswa ini menginginkan anak-anak mereka masuk sekolah negeri. Mereka tidak berani menyekolahkan anak di sekolah swasta karena terkendala biaya. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, membuat kondisi ekonomi mereka rata-rata sulit.

Merespons fakta bahwa masih banyak anak yang tercecer karena belum mendapatkan sekolah ini, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama berjanji siap memperjuangkannya. Ia bahkan sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster, untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Sebenarnya sudah ada kebijakan dari Pak Gubernur untuk menambah ruangan kelas. Namun ternyata masih ada juga yang tercecer,” kata Adi Wiryatama.

BACA JUGA:   Kesepakatan DPRD Bali, KPID dan Diskominfos: Siaran dan Internet Dimatikan Saat Nyepi

“Kami sudah berkoordinasi kembali dengan Pak Gubernur melalui telepon, agar masalah penerimaan peserta didik baru ini segera dicarikan jalan keluarnya,” imbuh mantan Bupati Tabanan dua periode ini.

Menurut Adi Wiryatama, tidak boleh terjadi anak-anak putus sekolah hanya karena kekurangan ruangan atau bahkan kekurangan sekolah. Gubernur bersama DPRD Provinsi Bali, kata dia, akan membahas serius masalah ini, termasuk terkait anggarannya.

“Prinsipnya, tidak boleh ada kata sekolah penuh. Anak-anak harus sekolah. Soal anggaran, kita bisa bahas kembali bersama Pak Gubernur, dan kita di lembaga dewan mendukung penuh,” tandas politikus senior PDI Perjuangan ini.

Meski begitu, Adi Wiryatama menggarisbawahi, jangan sampai solusi yang diambil Gubernur Bali nantinya justru menimbulkan masalah baru sebagaimana tahun sebelumnya. Seperti diketahui, pada tahun lalu, sekolah swasta menjadi kekurangan siswa lantaran banyak yang sudah mendaftar memilih mencari sekolah negeri setelah ada kebijakan baru dari kepala daerah.

“Kami tekankan, bagi yang sudah mendapatkan sekolah ataupun yang sudah diterima di sekolah swasta, jangan lagi ada kata pindah-pindah sekolah. Jadi kalau nanti ada kebijakan baru dari Pak Gubernur, akan lebih diutamakan kepada calon siswa yang memang belum mendapatkan sekolah,” pungkas Adi Wiryatama. (KI-01)

Check Also

Didik Anak di Masa Pandemi, Selly Mantra: Aktifkan Peran Bunda PAUD

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Di masa adaptasi kebiasan baru, para Bunda PAUD memiliki peran strategis khususnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *