Home / Hukum / Oknum Pimpinan Ormas Intimidasi Warga, Togar Situmorang: Tindak Tegas, Tak Ada yang Kebal Hukum!
Advokat senior Togar Situmorang bersama kliennya I Ketut Wijaya Mataram. (istimewa)

Oknum Pimpinan Ormas Intimidasi Warga, Togar Situmorang: Tindak Tegas, Tak Ada yang Kebal Hukum!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Kapolda Bali Irjen Pol Dr Drs Petrus Reinhard Golose, MM, dikenal paling berani memerangi aksi premanisme. Ia bahkan memberikan atensi khusus terhadap hal ini, sama halnya dengan upaya memberantas narkoba.

Sayangnya setelah sekian lama tak terdengar, beberapa waktu lalu justru terjadi aksi premanisme di Desa Adat Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Saat itu ada aksi massa serta orasi dari pimpinan dan anggota salah satu ormas terkenal di Bali. Dalam aksi tersebut, konon ada tindakan ancaman dan intimidasi sehingga membuat warga resah dan ketakutan.

Aksi ormas tersebut dipimpin oleh IWM bersama adiknya IMSA. Di bawah komando keduanya, massa aksi bahkan masuk ke pekarangan rumah pribadi warga. Massa bahkan mengencingi di depan toko pemilik rumah I Ketut Wijaya Mataram yang biasa disapa Vijay.

Yang lebih parah lagi, ada di antara massa ormas tersebut yang membawa celurit dan pedang. Bukan itu saja. Dalam aksi tersebut, juga terdengar teriakan massa dengan kata “bakar!” dan “bunuh!”.

Karena ketakutan, warga tidak berani melaporkan peristiwa ini ke polisi. Padahal, lokasi peristiwa tersebut hanya berjarak sekitar 20 meter dari Mapolsek Rendang.

Ironisnya, pada waktu malam harinya puluhan polisi ada di sekitar lokasi, namun tidak ada yang berani mengambil tindakan untuk mengamankan massa ormas tersebut. Polisi seolah-olah segan, terutama kepada dua kakak – beradik yang merupakan pimpinan ormas terkenal itu.

Karena polisi tidak melakukan pengamanan, massa semakin anarkis dan semakin menjadi-jadi. Mereka bahkan  memblokir jalan raya nasional dengan menggunakan batu, meja dan botol bir dari Pukul 20.00 sampai 21.30 Wita.

Karena geram melihat aksi ormas tersebut, salah satu korban yang merupakan warga Desa Adat Menanga,  I Ketut Wijaya Mataram alias Vijay, yang kebetulan halaman rumahnya dimasuki anggota ormas serta mengalami intimidasi, akhirnya melaporkan aksi kekerasan ormas pimpinan dua kakak – beradik itu ke Reskrimum Polres Karangasem.

Bukan itu saja, sebab karena merasa terancam jiwa maupun harta benda miliknya, Vijay mengirimkan surat kepada  Kapolda Bali untuk meminta perlindungan hukum. Diharapkan, Kapolda Bali bisa segera memerintahkan petugas kepolisian di wilayah hukum Karangasem untuk melakukan investigasi dan memproses secara hukum peristiwa itu.

Selain itu untuk membantu permasalahan hukum yang dihadapi, Vijay memberikan kuasa kepada Kantor Law Firm Togar Situmorang. Hal ini dibenarkan advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, saat dikonfirmasi terpisah.

“Ya betul korban telah menjadi klien kami serta sudah memberikan kuasa hukum kepada Kantor Law Firm Togar Situmorang untuk mengurus permasalahan hukum yang sedang dihadapinya akibat intimidasi juga pengancaman yang dialami dari oknum ormas terkenal itu. Kami siap membantu dan mengawal kasus ini hingga tuntas,” kata Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm Togar Situmorang yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar (kantor pusat), Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Kesiman, Denpasar (kantor cabang Denpasar) dan Gedung Piccadilly Room 1003-1004 Jalan Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan (kantor cabang Jakarta) ini.

Togar Situmorang menegaskan, aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum ormas tersebut tidak bisa dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan. Apalagi sampai aparatur hukum tidak melakukan tindakan untuk mengamankan, seperti yang dialami Vijay.

“Apalagi sampai menimbulkan kericuhan dan kerusakan juga membawa alat sajam berupa pedang. Karena hal itu masuk tindak pidana dan sebetulnya tanpa ada laporan dari masyarakat pun seharusnya sudah bisa diproses secara hukum, karena itu bukan delik aduan,” tutur Ketua Hukum RS dr Moedjito Dwidjosiswojo Jombang, Jawa Timur ini.

Advokat yang dijuluki “Panglima Hukum” itu menambahkan, aksi premanisme muncul di tengah-tengah kehidupan masyarakat ketika negara belum hadir untuk memastikan keamanan dan keselamatan. “Premanisme akan terjadi ketika negara tidak hadir,” ucapnya.

Ketua Pengurus Kota Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar ini pun sangat menyayangkan apabila aparat kepolisian justru tidak berani mengambil tindakan. Sebab polisi merupakan garda terdepan untuk menjaga dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Dan untuk masyarakat, jangan takut untuk melapor apabila ada aksi premanisme kembali terjadi. Apalagi bila sampai terbukti aksi premanisme tersebut terjadi diduga ada yang di-setting dan di-backing oleh oknum aparat hukum setempat, maka harus diusut dengan tuntas siapa yang berani mem-backing aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum ormas terkenal tersebut. Kita hidup di negara hukum, jadi tidak ada yang kebal hukum,” tandasnya.

Togar Situmorang menambahkan, kasus premanisme sesungguhnya selalu menjadi atensi khusus Polda Bali. Aksi premanisme sangat bertentangan dengan 10 wish commander Kapolda Bali, salah satunya terkait pemberantasan premanisme di wilayah hukum Polda Bali.

“Besar harapan kita bersama, supaya aksi-aksi pemanisme benar-benar diberantas dan ditindak sampai ke akar-akarnya. Jangan ada kata kompromi. Dan melihat aksi oknum dari ormas tertentu yang dipimpin oleh dua kakak – beradik ini sudah sangat brutal dan berbahaya, maka korban sekaligus pelapor meminta jajaran Polda Bali untuk turun tangan dan segera melakukan tindakan. Hal ini harus segera dituntaskan, supaya para oknum ormas terkenal ini tidak merasa besar kepala karena sudah ada yang melindungi dan bisa mengulang perbuatannya kembali,” pungkas Togar Situmorang. (KI4)

Check Also

Diduga Cemarkan Nama Baik, Istri Zainal Tayeb dan Salah Satu Media Online Disomasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Diduga mencemarkan nama baik melalui media online, istri dari terdakwa Zainal Tayeb, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *