Home / Hukum / Oknum Guru Cabul di Manggarai Barat Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
RH, oknum guru yang diamankan polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi SDN Munting Renggeng. (kitaindonesia.com/itho umar)

Oknum Guru Cabul di Manggarai Barat Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – RH, oknum guru pelaku pencabulan terhadap ASP yang merupakan siswi kelas IV SDN Munting Renggeng, Desa Watu Manggar, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, telah diamankan oleh pihak kepolisian, Kamis (07/11/2019). RH bahkan telah ditahan di Mapolres Manggarai Barat, di Labuan Bajo.

Menurut Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU Nomor 1 Perubahan Pertama UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ayat 1 mengatur ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal 15 tahun, dan denda 5 miliar rupiah,” jelas Julisa.

Selanjutnya, RH juga dijerat Pasal 82 ayat (2) UU Perlindungan Anak. Ayat 2 tersebut mengatur ancaman hukuman diperberat sepertiga dari ayat (1), mengingat yang bersangkutan adalah tenaga pendidik.

Diketahui, RH adalah guru komite di SDN Munting Renggeng. Sejak 2018, pria berusia 29 tahun ini melakukan pelecehan seksual terhadap ASP, siswi SDN Munting Renggeng. Sebanyak enam kali RH melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap ASP selama tahun 2018, saat ASP duduk di kelas III.

Sementara ketika ASP duduk di kelas IV, hampir setiap hari anak di bawah umur ini menjadi budak seks RH. Pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru tersebut adalah dengan cara meraba alat vital korban, memasukan alat vital pelaku ke mulut korban, serta beberapa tindakan tak senonoh lainnya.

ASP tak berdaya ketika pelaku mengancam akan membunuhnya dan keluarga, apabila membuka aib tersebut. Namun kasus ini mulai terungkap ketika KJ, ibu korban, mencurigai adanya perubahan sikap putri tunggalnya itu. ASP yang dulunya periang dan rajin, menjadi sangat kaku dan seperti tertekan.

ASP bahkan tidak pernah mau makan ketika pulang sekolah. Setiap pulang sekolah, ASP selalu muntah. ASP bahkan merengek agar dicarikan buah jambu atau buah nanas.

KJ dan keluarga kemudian mengetahui aksi bejat RH terhadap ASP, pada September 2019. Sejak itu, pihak keluarga pelaku terus berupaya menggagalkan niat keluarga ASP untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Hingga akhirnya, Senin (4/11/2019), kasus ini resmi dilaporkan ke Polres Manggarai Barat, di Labuan Bajo. Hanya berselang tiga hari, tepatnya Kamis (7/11/2019), polisi menangkap oknum guru cabul ini. RH kini ditahan di Mapolres Manggarai Barat, dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (KI21)

Check Also

Perkara Harta Waris di PN Bandung, Klien Law Firm Togar Situmorang Siap Hadirkan Saksi

Bandung (KitaIndonesia.Com) – Sidang lanjutan gugatan Perkara Perdata Nomor 45/ Pdt.G/ 2021 tentang harta waris …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *