Home / Ekonomi / Nyoman Parta Kritik Rencana Erick Thohir Beli Perusahaan Sapi di Belgia
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta. (istimewa)

Nyoman Parta Kritik Rencana Erick Thohir Beli Perusahaan Sapi di Belgia

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan niatnya untuk membeli perusahaan sapi di Belgia. Rencananya, pembelian tersebut akan dilakukan melalui BUMN sektor peternakan.

Dalam pandangan Erick Thohir, langkah ini diyakini mampu menekan impor daging sapi. Apalagi selama ini kebutuhan akan daging sapi di dalam negeri cukup tinggi.

Keinginan Erick Thohir ini disampaikan kepada Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi, dalam forum ‘Milenial Hub: Milenial Fest x PPI Belgia’, Minggu 18 April 2021.

“Pak Dubes, kalau ada peternakan sapi di Belgia mau dijual, BUMN yang beli. Kalau ada ya, Pak Dubes,” kata Erick Thohir.

Niat Erick Thohir ini langsung menuai reaksi keras dari para wakil rakyat di Senayan. Kebijakan tersebut dinilai bukan cara ideal untuk mengurangi impor daging sapi, bahkan tidak mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

“Semangatnya seharusnya adalah membangun kedaulatan pangan. Kalau beli perusahaan peternakan luar negeri, lalu daging sapinya dibawa ke Indonesia itu, sama saja dengan impor,” kritik anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta, di Jakarta, Minggu 18 April 2021.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini pun meminta agar Menteri BUMN konsentrasi membuat kebijakan yang mendukung pada industri peternakan sapi lokal. Misalnya membangun peternakan secara besar-besaran di dalam negeri.

“Daripada beli perusahaan di luar negeri, lebih baik bangun yang besar sekalian di dalam negeri. Kalau buat di dalam negeri, di samping membuka peluang kerja, juga dapat mengurangi beban biaya untuk  impor sekaligus menumbuhkan industri  pakan ternak dan pengolahan daging,” tandas Nyoman Parta.

Menteri BUMN, lanjut Legislator dari Pulau Dewata ini, juga bisa fokus memperbaiki kualitas bibit, kualitas pakan hingga melakukan penelitian.

“Lakukan penelitian, misalnya bagaimana membuat daging sapi dalam negeri menjadi empuk,” ujar Nyoman Parta.

Ia juga menyoroti kebijakan tata niaga perdagangan sapi yang tak ramah. Nyoman Parta mendorong Menteri BUMN agar segera memperbaiki hal ini.

“Perbaiki tata kelola pasarnya agar sapi lokal bisa masuk pasar, bisa masuk hotel, restoran. Selama ini kan ini kendalanya susah. Hal inilah yang mestinya menjadi concern Menteri Erick Thohir, bukan yang lain,” tegas Nyoman Parta.

Ia sendiri meyakini bahwa sektor peternakan sapi akan kembali berdenyut dengan kebijakan- kebijakan dan stimulus yang bagus.

“Jika pasarnya kondusif, peternak sapi dalam negeri akan bergairah,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Nyoman Parta, pentingnya jalur transportasi untuk memangkas biaya yang tinggi.

“Presiden Jokowi sudah membangun tol laut, di mana hal itu dilakukan untuk mempermudah akses pengiriman sapi sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi pasokan kebutuhan di Pulau Jawa dan pulau lainnya. Artinya ini potensi yang mestinya harus terus digenjot dan dimaksimalkan,” paparnya.

Sepanjang kurun waktu 2009 -2020, menurut dia, sapi – sapi yang didatangkan dari NTT ke Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera mencapai jutaan sapi jumlahnya.

“Artinya kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri, tanpa harus impor. Buktinya NTT bisa mengirim jutaan sapi ke Jawa, Kalimantan dan pulau lain,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa Bali juga memiliki potensi peternakan sapi yang sangat baik kualitasnya.

“Jika ini diperhatikan dan dimaksimalkan, maka bisa merangsang pertumbuhan ekonomi dalam skala luas sebenarnya. Sekali lagi, saya harap Menteri BUMN tidak serius soal wacana membeli peternakan sapi di Belgia karena hal tersebut akan kontraproduktif dari berbagai sudut jika dilakukan,” pungkas Nyoman Parta. (KI-01)

Check Also

Plataran Indonesia Siap Manjakan Mitra dengan Plataran Malayeka Phinisi di Laut Flores

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Plataran Indonesia terus berkreasi untuk memaksimalkan pelayanan bagi mitra maupun tamunya. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *