Home / Politik / NasDem Merapat, Golkar Minta Jatah Wakil Bupati Karangasem
IGA Mas Sumatri menyerahkan surat permohonan dukungan secara tertulis kepada Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih. (kitaindonesia.com/san edison)

NasDem Merapat, Golkar Minta Jatah Wakil Bupati Karangasem

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Partai Golkar memberi sinyal berkoalisi dengan Partai NasDem pada Pilkada Karangasem 2020. Sinyal tersebut disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih saat menerima kehadiran rombongan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Karangasem yang juga Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Minggu (17/11/2019).

Pada kesempatan tersebut, Mas Sumatri meminta dukungan secara lisan di hadapan Sumarjaya Linggih dan pengurus Partai Golkar yang hadir. Tak cukup secara lisan, Mas Sumatri juga menyerahkan permohonan dukungan secara tertulis kepada Sumarjaya Linggih.

Merespon hal ini, Sumarjaya Linggih menjelaskan bahwa secara umum Partai Golkar belum memulai tahapan penjaringan calon untuk menghadapi Pilkada Serentak 2020 mendatang. Partai Golkar masih menunggu hasil Musyawarah Nasional (Munas), Desember mendatang.

“Kami masih ada beberapa kegiatan nasional, termasuk pada tanggal 3-6 Desember kami melaksanakan Munas. Namun secara aturan, kami dibolehkan memulai tahapan Pilkada,” jelas Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer.

Ia memastikan bahwa pihaknya membuka diri untuk berkoalisi dengan partai politik lainnya pada Pilkada Karangasem 2020 mendatang. Sumarjaya Linggih pun mengapresiasi langkah Partai NasDem memulai komunikasi politik, dengan bertandang ke Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali.

Bahkan bukan tidak mungkin, demikian Sumarjaya Linggih, mengingat ‘DNA’ Partai Golkar dan Partai NasDem hampir sama, maka berkoalisi dengan Partai NasDem akan sangat terbuka pada Pilkada Karangasem 2020 mendatang.

Tak sekadar memberikan sinyal koalisi, Sumarjaya Linggih bahkan memberikan beberapa syarat apabila koalisi biru-kuning ini terwujud. Salah satunya, Golkar meminta jatah wakil bupati.

“Kalau (koalisi) nyambung, kita nomor dua (wakil bupati). Jika kita sekadar mendukung (tidak mendapatkan wakil bupati, Red), maka 2024 tinggal bolak balik saja (Golkar jatah calon bupati, Red),” kata Sumarjaya Linggih.

Ia bahkan menyebut, jika pendamping Mas Sumatri dari Partai Golkar, bukan tidak mungkin formasinya adalah perempuan – perempuan. Jika itu terjadi, maka koalisi biru-kuning akan mengusung duet Mas Sumatri – Ni Putu Yuliartini (anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali, Red).

“Jika kita nomor dua, kita carikan yang terbaik. Bisa jadi yang perempuan. Jadi perempuan sama perempuan. Bisa jadi. Semua kemungkinan bisa terjadi dalam politik,” tandas Sumarjaya Linggih. (KI4)

Check Also

Politician Academy Sukses Gelar Diskusi Publik di Empat Kota di Flores

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Lembaga Konsultan Politik Politician Academy menggelar diskusi publik di empat kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *