Home / Peristiwa / Nasional / Merry Riana: PHK Kunci Sukses Hadapi Dampak Pandemi Covid-19
Merry Riana. (istimewa)

Merry Riana: PHK Kunci Sukses Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Motivator Merry Riana mengatakan, PHK merupakan kunci sukses dalam menghadapi pandemi Covid-19. Namun PHK yang dimaksud Riana, bukan pemutusan hubungan kerja yang banyak terjadi belakangan.

PHK ala Riana adalah terkait tiga kunci sukses dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, yakni pikiran, hati dan kelakuan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menerapkan tiga hal ini.

“PHK adalah cara untuk Anda bisa menjaga motivasi Anda,” kata Riana, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (18/5/2020).

Ia menjelaskan, “P” atau pikiran adalah bagaimana seharusnya masyarakat menjaga pikiran. Pikiran, kata dia, merupakan modal utama seseorang dalam menentukan apa yang akan terjadi dan dilakukan ke depan. Pikiran selalu menentukan sukses atau tidaknya seseorang.

Melalui pikiran yang positif, maka arahnya pasti selalu positif. Begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, Riana meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dengan apa yang dipikirkan.

“Pikiran. Pikiran kita harus dijaga. Apa yang Anda pikirkan, itulah yang nantinya akan menjadi kenyataan. Kalau Anda berpikir Anda gagal, ya, Anda benar akan gagal. Kalau Anda berpikir sukses dan bisa melewati semua ini, Anda juga benar, Anda akan sukses melewati semua ini. Hati-hati dengan apa yang Anda pikirkan,” ujar Riana.

Selanjutnya “H” atau hati. Riana percaya bahwa hati yang baik, gembira dan penuh suka cita adalah obat. Sebagai contoh, Rianaa mengisahkan tentang cerita sahabatnya, Tung Desem Waringin yang berhasil menaklukan Covid-19 dengan pikiran positif dan hati yang bergembira. Oleh sebab itu, menurut dia, penting bagi setiap orang untuk bersyukur terhadap segala yang telah dimiliki.

“Bersyukur hari ini karena Anda masih diberi nafas kehidupan. Uang yang hilang bisa digantikan, tapi jika nyawa yang hilang, maka tidak bisa digantikan. Di saat seperti ini, jauhkan hati yang iri dengki dan egois mau menang sendiri. Isilah hati dengan rasa syukur,” ajaknya.

Terakhir “K” atau kelakuan. Menurut Riana, antara pikiran, hati, kelakuan dan tindakan saling berhubungan. Dengan P yang positif, H yang positif dan K yang positif, akan mempengaruhi apa yang akan terjadi di dalam hidup seseorang di kemudian hari.

“Apakah Anda hingga hari ini adalah orang yang komplain? Mau sampai kapan? Sudah banyak yang move on dari komplain menjadi orang yang kreatif. Cari cara gunakan apa yang ada,” tandas Riana.

“Banyak emak-emak yang menjual produk rumahan melalui sosial media. Dari hal yang sedergana bisa menambah penghasilan keluarga. Kalau Kamu berpikir tidak punya apa-apa. Ingat dengan apa yang Anda pikirkan. Jadi, berhentilah komplain,” imbuhnya.

Selain itu, Riana juga berpesan bahwa mulai sekarang seharusnya masyarakat memahami bahwa hidup itu adalah sebuah perjuangan yang harus dimenangkan. Tantangan yang harus dihadapi dan hidup itu anugerah yang wajib syukuri.

“Apa yang Anda lakukan hari ini menentukan masa depan Anda,” pungkas Riana. (KI33)

Check Also

Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK dan BKN, Hendardi: Itu Mengada-ada

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *