Home / Olahraga / Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum KONI Bali, Togar Situmorang: Persyaratan Diskriminatif
Ketua POSSI Kota Denpasar, Togar Situmorang, mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Bali. (istimewa)

Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum KONI Bali, Togar Situmorang: Persyaratan Diskriminatif

KitaIndonesia.Com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali dijadwalkan akan menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorpov) dengan agenda pemilihan Ketua Umum KONI Bali periode 2022-2026.

Ada sebanyak 67 suara yang akan menentukan Ketua Umum KONI Bali periode 2022-2026. Rinciannya, 52 Pengprov Cabor, 9 KONI Kabupaten/ Kota, dan 6 badan fungsional.

Terkait pemilihan Ketua Umum KONI Bali ini, pihak panitia penyelenggara telah membuka pendaftaran untuk para bakal calon, yakni Selasa 1 Maret hingga Rabu 16 Maret 2022.

Menariknya, nama Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Denpasar, Togar Situmorang, juga ikut meramaikan bursa pencalonan Ketua Umum KONI Bali.

Pengacara berdarah Batak kelahiran Jakarta namun telah lama berdomisili di Bali itu telah mengajukan pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Bali, Jumat 11 Maret 2022.

“Ya benar, saya sudah mengajukan pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Bali,” kata Togar Situmorang, kepada Labuan Bajo Terkini, Minggu 13 Maret 2021.

Hanya saja, ia mengaku mengalam sejumlah hambatan dalam pendaftaran tersebut. Salah satunya terkait persyaratan yang harus dipenuhi bakal calon, yang belakangan diketahui persyaratan tersebut tidak dipublikasi dengan baik oleh KONI Bali.

Pemilik Law Firm Togar Situmorang ini menduga, syarat-syarat tersebut cenderung diskriminatif, terutama terhadap figur-figur di luar pengurus KONI Bali yang ingin mencalonkan diri.

Salah satu syarat yang disebutnya sangat diskriminatif tersebut adalah bakal calon harus memiliki minimal 20 suara pendukung Cabor KONI Bali.

“Syarat ini sudah menunjukkan terjadinya diskriminasi terhadap orang-orang di luar pengurus KONI yang ingin memajukan KONI dengan visi dan misi yang tentunya itu berdampak untuk kebaikan birokrasi di tubuh KONI itu sendiri,” ujar Togar Situmorang.

“Apalagi syarat itu harus dipenuhi dan dikumpulkan pada hari Rabu. Tentunya dalam tempo sesingkat itu, sulit rasanya bagi calon seperti saya untuk memenuhi syarat tersebut,” imbuhnya.

Togar Situmorang pun menilai bahwa pihak penyelenggara Musorprov KONI Bali kurang transparan, karena tidak mempublikasikan semua persyaratan secara detail.

“Saya menduga, Musorpov ini diadakan sebagai upacara formalitas saja dan syarat-syarat itu dibuat untuk menutupi kesalahan-kesalahan dari pengurus sebelumnya,” tuding Togar Situmorang.

Ia berkomitmen, apabila lolos dalam pencalonan dan mendapatkan kesempatan menakhodai KONI Bali, maka dirinya akan melakukan perubahan total.

“KKN akan saya bubarkan dan anggaran wajib diaudit. KONI tidak boleh selalu mengandalkan dana APBD. Akan saya cari dana dari pihak swasta untuk memberikan kenyamanan para atlet agar bisa fokus berprestasi,” kata kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana ini.

Hingga berita ini ditulis, Labuan Bajo Terkini belum berhasil mengonfirmasi panitia pelaksana maupun pengurus KONI Bali. (KI-01)

Check Also

PSS Sleman Selamat Dari Jerat Degradasi Usai Taklukan Persija Jakarta, Kamis 31 Maret 2022 (Instagram @liga1match)

Liga 1 BRI: PSS Sleman Selamat Dari Jerat Degradasi Usai Taklukan Persija Jakarta

KitaIndonesia.Com – PSS Sleman akhirnya lolos dari jerat degradasi usai memperoleh kemenangan penting atas lawannya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *