Home / Hukum / Menangkan Gugatan Wanprestasi, Togar Situmorang: Advokat Kerja Profesional, Klien Jangan Kibuli
Advokat Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, bersama tim saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. (istimewa)

Menangkan Gugatan Wanprestasi, Togar Situmorang: Advokat Kerja Profesional, Klien Jangan Kibuli

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat merupakan profesi terhormat (officium nobile). Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan UU Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

UU Advokat menyebutkan bahwa advokat merupakan profesi yang bebas, mandiri dan bertanggung jawab dalam menegakkan hukum. Karenanya, advokat merupakan bagian dari penegak hukum selain polisi, jaksa dan hakim.

Namun dalam praktiknya untuk membela kepentingan hukum klien dan memperjuangkan keadilan untuk klien, advokat juga berpotensi mempunyai masalah hukum dengan klien. Misalnya ketika klien tidak memenuhi kewajibannya membayar honorarium advokat.

Hal ini pula yang sempat dialami advokat kondang Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, dari Law Firm Togar Situmorang. Bahkan pengacara senior itu melayangkan gugatan wanprestasi terhadap mantan kliennya Rodulf Steven Gornitz, warga Negara Jerman.

Sidang gugatan wanprestasi atau perbuatan ingkar janji ini sudah memasuki babak akhir yaitu dengan pembacaan putusan secara e-court (sidang online), Rabu tanggal 30 Juni 2021.

Putusan Nomor 1235 tersebut pada intinya menyatakan mengabulkan gugatan Penggugat (Togar Situmorang) sebagian, menyatakan Tergugat (Rodulf Steven) telah melakukan cidera janji atau wanprestasi terhadap Perjanjian Pemakaian Jasa Hukum tertanggal 3 September 2019, dan menghukum Tergugat membayar jasa advokat sebesar Rp150.000.000.

Atas putusan ini, Togar Situmorang mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini.

“Di mana dalam putusan tersebut, menurut saya pribadi, sudah berlandaskan dengan nilai-nilai keadilan dan pertimbangan yang matang tentunya,” kata advokat fenomenal yang dijuluki Panglima Hukum ini.

Ia juga menjelaskan masalah uang Rp250 juta yang dititipkan di Kantor Hukum Penggugat (Law Firm Togar Situmorang) sesuai dengan Putusan Perkara Nomor 1135/ Pdt.G/ 2019/ PN Dps itu.

“Memang dari sejak awal kami menghimbau kepada saudara Rudolf Steve untuk mengambilnya sendiri ke kantor kami. Tetapi ia tidak datang dan malah menyuruh temannya yang mengambil. Jelas kami tidak berikan, sebab kami tidak ada hubungan hukum dengan temannya,” beber Togar Situmorang.

Selanjutnya, advokat berdarah Batak ini menjelaskan mengenai honarium advokat yang merupakan hak advokat atas jasa hukum yang diberikan kepada klien dan merupakan kesepatakan dengan klien.

Dalam Pasal 1 angka 7 UU 18 Nomor 2003 Tentang Advokat disebutkan bahwa honorarium yaitu imbalan atas jasa hukum yang diterima oleh advokat berdasarkan kesepakatan dengan klien.

Dasar hukum besaran honorarium advokat ditentukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Hal ini juga mengacu pada Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Pasal tersebut berbunyi “Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

Jika klien dari advokat tidak membayar honarium advokat sesuai yang disepakati, maka klien ini bisa digugat oleh sang advokat ke pengadilan dengan gugatan wanprestasi atau cidera janji.

Terkait hal ini, Togar Situmorang pun mengingatkan hal yang paling mendasar dalam hubungan advokat-klien adalah saling percaya (reciprocal trust).

Dalam hubungan tersebut, klien percaya bahwa advokat menangani dan melindungi kepentingannya (klien) dengan profesional dan penuh keahlian, memberikan nasihat-nasihat yang benar, serta tidak akan melakukan hal-hal yang akan merugikan kepentingannya tersebut.

Sementara klien berkewajiban membayar honorarium advokat. Faktor penentu besaran honorarium advokat agar klien yakin hingga mencapai kesepakatan ialah melihat jam terbang yang pernah dilakukan seorang advokat.

Di sisi lain, Kode Etik Advokat juga sudah mengatur advokat dilarang membebankan klien dengan biaya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, misalnya diam-diam untuk uang suap.

Gugatan wanprestasi yang dilayangkan Togar Situmorang terhadap kliennya ini bisa menjadi pelajaran penting ke depan dalam hubungan hukum, kesepakatan/ perjanjian jasa hukum antara klien dan advokat yang seharusnya tetap dilandasi saling percaya dan itikad baik.

“Musuh utama advokat adalah klien yang tidak jujur dan tidak beritikad baik. Jadi advokat harus jeli dan detail sejak awal menyampaikan ke kliennya mengenai perjanjian pemberian jasa hukum,” ujar Togar Situmorang.

Advokat yang kerap dipercaya artis nasional ini mengingatkan perlunya di awal ada dokumen kontrak/ perjanjian pemberian jasa hukum yang jelas dan rinci selain surat kuasa. Kontrak ini harus dipahami klien dan advokat dalam level yang sama.

Di sisi lain klien sebagai konsumen jasa hukum juga diharapkan jangan ragu meminta kejelasan secara rinci sejak awal kontrak terkait pemberian jasa hukum.

“Sehingga harapannya tidak sampai lagi kasus yang saya alami terulang kepada advokat lain. Jangan sampai advokat dikibuli oleh kliennya, dan adokat juga harus totalitas dan profesional melayani kliennya, melayani para pencari keadilan,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Denpasar Selatan dan Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99, Gedung Piccadilly, Jakarta serta Jalan Pengalengan Raya Nomor 355 Bandung, Jawa Barat ini. (KI-01)

Check Also

Kriminalisasi Petani Kopsa-M, SETARA Institute: Ujian Lanjutan Visi Presisi Polri

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, mengatakan, visi Presisi Polri tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *