Home / Hukum / Marak Laporan Investasi Bodong, Togar Situmorang: Polisi Jangan Terkecoh

Marak Laporan Investasi Bodong, Togar Situmorang: Polisi Jangan Terkecoh

KitaIndonesia.Com – Perusahaan investasi robot trading yang diduga bodong alias ilegal, terus menjadi sorotan. Masyarakat yang menjadi korban pun terus ‘bernyanyi’ hingga membuat laporan polisi.

Beberapa perusahaan robot trading yang menjadi sorotan seperti Binomo, DNA Pro, Fahrenheit, Evotrade, dan lainnya, diduga kuat melakukan penipuan dan telah menelan banyak korban hingga kerugian mencapai miliaran rupiah.

Dari pengakuan para korban, uang mereka diambil para afiliator atau leader dan kaki tangan, yang kemudian hidup bergelimang harta hingga dijuluki crazy rich.

Selain bisnis investasi yang sedang jadi sorotan kepolisian dan masyarakat, ada juga Valbury Asia Future, Satria Nugraha Sejahtera, Kontak Perkasa Future, Bitcoin, Token dan lainnya.

Terkait maraknya investasi bodong ini, pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, berharap masyarakat lebih hati-hati. Di sisi lain, pihak kepolisian juga perlu cermat dalam menerima laporan masyarakat, dan jangan sampai terkecoh.

“Keberadaan usaha investasi yang telah membuat banyak orang merugi ini wajib diawasi ketat, jangan sampai korban investasi bodong ini lebih banyak lagi,” kata Togar Situmorang, di Denpasar, Minggu 3 April 2022.

Menurut advokat senior ini, kinerja Bareskrim Polri dalam mengungkap kasus investasi bodong tentu perlu diapresiasi, sebagaimana kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan.

“Tetapi masih banyak lagi leader atau afiliator juga mediator lain yang sudah masuk dalam laporan polisi seperti DNA Pro, diharapkan tidak sekadar gaduh di awal,” ucapnya.

“Masyarakat juga diharapkan ikut mengawasi proses hukum para crazy rich robot trading tersebut, termasuk juga terkait pengungkapan aliran dananya,” imbuh Togar Situmorang.

Ia mendorong agar menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus tersebut, sehingga mampu menyita aset owner, afilator, leader, mediator serta kaki tangannya.

“Ini sekaligus membuat efek jera agar tidak menipu masyarakat lagi,” tandas pemilik Law Firm Togar Situmorang ini.

Ia juga secara khusus menyinggung kasus dugaan investasi bodong DNA Pro yang sedang ditangani Polda Bali, agar ditangani serius. Apalagi Kepala Bappebti telah menyatakan bahwa ini skema ponsi dan murni penipuan.

“Sehingga wajib segera ditangkap para leader daerah alias kaki tangan para direksi karena telah menikmati dana masyarakat sebagai korban. Polisi jangan sampai terkecoh,” tutur advokat yang berniat maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 ini.

Togar Situmorang sendiri cukup memberikan atensi atas kasus dugaan investasi bodong yang telah banyak merugikan masyarakat ini. Salah satunya dengan membuka posko pengaduan.

“Kami membuka posko untuk menerima para korban penipuan robot trading DNA Pro yang mau membuat laporan polisi. Silahkan datang ke kantor kami di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasa Timur; Jalan Pejaten Raya Nomor 78, RT 006/RW 05 Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan; serta Jalan Terusan Jakarta Nomor 181 Ruko Harmoni Kav 18, Antipani, Bandung,” jelasnya.

Sebagai praktik hukum, Togar Situmorang meminta masyarakat untuk waspada dan hati-hati bila ingin berinvestasi. Jangan sampai tergiur iming – iming keuntungan yang tidak logis.

Untuk pihak kepolisian, Togar Situmorang berharap agar dalam menerima laporan polisi terkait investasi robot trading DNA Pro, jangan sampai terkecoh.

“Sebab ada dugaan, mereka yang sebetulnya leader wilayah justru mengkoordinir para korban untuk secara bersama-sama melaporkan ?managemen atau owner. Ini bisa jadi hanya akal-akalan untuk melepaskan tanggung jawab hukum sesungguhnya,” tandasnya.

“Kiranya juga pihak kepolisian teliti seperti Bareskrim. Dalam menerima laporan polisi, harus sudah mempersiapkan formulir agar mereka bisa secara jujur sebagai korban dan bukannya leader yang sudah mendapatkan nikmat bonus dari managemen atau owner,” imbuh Togar Situmorang.

Ia juga meminta masyarakat tidak terjebak apabila diajak untuk membuat laporan polisi oleh para leader atau afilator atau perantara.

“Mereka telah menikmati bonus, tetapi seolah-olah menjadi korban dengan menghimpun kekuatan untuk melaporkan managemen atau owner robot trading DNA Pro. Itu membuat ketidakpastian hukum terhadap kerugian yang telah diderita korban yang sesungguhnya,” kata Togar Situmorang.

Ia menambahkan, ada adagium ‘culpae poena par esto’, yang artinya hukuman harus setimpal dengan kejahatannya.

“Diharapkan aparat penegak hukum bisa bertindak tegas, tanpa pandang bulu dalam penindakannya. Karena tindakan kejahatan ini sudah merugikan banyak masyarakat, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 di mana masyarakat sudah hidup susah,” ungkap advokat yang sering disapa “Panglima Hukum” ini.

Menurut Togar Situmorang, para leader daerah DNA Pro misalnya, bisa dijerat Pasal 28 ayat 1 jo 45 A ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang TPPU. (KI-01)

Check Also

Polsek Denbar Jaga Kamtibmas

Denpasar – Kita Indonesia, Sebagai upaya mencegah kejahatan jalanan diakhiri pekan khususnya dimalam Minggu adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *