Home / Nusantara / Manggarai Barat Berlakukan Lockdown Selama 9 Hari
Surat Bupati Manggarai Barat yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI. (istimewa)

Manggarai Barat Berlakukan Lockdown Selama 9 Hari

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memberlakukan lockdown untuk mencegah meluasnya wabah virus corona di daerah pariwisata itu. Kebijakan tersebut terungkap dalam Surat Bupati Manggarai Barat Nomor Kesra.440/ 94/ III/ 2020 dengan perihal Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara.

Surat tertanggal 25 Maret 2020 yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI itu ditandatangani Wakil Bupati Manggarai Barat drh Maria Geong, PhD. Surat tersebut ditembuskan kepada Menko Kemaritiman, Menkes, Gubernur NTT, para Bupati se-daratan Flores, serta para pihak terkait.

Dalam surat itu disebutkan, demi keselamatan warga Manggarai Barat dan masyarakat Flores pada umumnya dari Covid-19, maka dinyatakan bahwa Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, tertutup bagi semua orang dari dan menuju Kabupaten Manggarai Barat, termasuk Labuan Bajo, baik melalui darat, laut dan udara.

“Dengan demikian seluruh kapal penumpang, termasuk kapal penyeberangan ferry ASDP, kapal penumpang PELNI, dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara ditutup operasionalnya dalam tenggang waktu sembilan (9) hari, mulai tanggal 26 Maret Pukul 01.00 Wita sampai dengan 3 April 2020 Pukul 24.00 Wita,” demikian isi surat tersebut.

Kebijakan lockdown lokal ini diambil dengan merujuk pada beberapa hal. Pertama, berdasarkan gambaran umum dan laporan situasi Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari tim medis rumah sakit yang mengatakan positif Covid-19.

Kedua, berdasarkan data hasil pengamatan yang didapat per tanggal 18 Maret 2020 ada 7 orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 dan sampai tanggal 25 Maret 2020 terjadi lonjakan jumlahnya menjadi 31 orang dalam tenggang waktu 8 hari. Semua orang/ pasien dimaksud datang dari luar daerah tertular Covid-19 yaitu Denpasar, Jakarta dan Surabaya, dan saat ini dua orang di antaranya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Ketiga, Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat adalah pintu masuk utama menuju Pulau Flores dan Kabupaten Manggarai Barat merupakan daerah dengan populasi penduduk sekitar 256.000 jiwa. Apabila jumlah OPD dan PDP benar-benar positif, maka akan mengancam penduduk Flores dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya. Pada saat ini sekitar 256.000 penduduk Kabupaten Manggarai Barat sedang dalam ketakutan.

Keempat, karena Covid-19 belum dilaporkan, maka pemahaman tentang Covid-19 di kalangan masyarakat serta upaya – upaya mengatasinya masih sangat terbatas. Sedangkan upaya Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sulit dilakukan karena sekolah dan beberapa instansi sudah diliburkan dan dibatasi melakukan pengumpulan massa.

Kelima, persediaan alat pelindung diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia atau masih dalam proses pengadaan dan membutuhkan waktu.

Sementara itu, baik Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula maupun Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong yang dikonfirmasi terkait surat ini, belum memberikan jawaban. (KI4)

Check Also

Enam Napi Rutan Negara Dipindahkan ke Lapas Karangasem

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak enam narapidana (Napi) kasus pidana umum di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *