Home / Politik / Mahkamah Partai Tolak Gugatan Lima Ketua DPD II Golkar
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih bersama jajaran, usai sidang di Mahkamah Partai Golkar, di Jakarta. (istimewa)

Mahkamah Partai Tolak Gugatan Lima Ketua DPD II Golkar

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Mahkamah Partai Golkar menolak gugatan yang dilayangkan oleh lima Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali. Penolakan tersebut terungkap dalam sidang putusan sengketa internal Partai Golkar oleh Majelis Hakim Mahkamah Partai Golkar, di Jakarta, Selasa (19/11/2019) malam.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Mahkamah Partai Golkar Adies Adies Kadir yang didampingi anggota Majelis Hakim John Kenedy Azis dan Dewi Asmara, menolak gugatan para Pemohon untuk seluruhnya. Itu artinya, perkara di internal ‘beringin’ ini dimenangkan oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Bali selaku Termohon.

Seperti diketahui, sebelumnya lima Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar terkait keputusan DPD I Partai Golkar Provinsi Bali yang mencopot kelimanya dari jabatan masing-masing. Kelimanya lalu diganti oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar.

Kelima Ketua DPD II Partai Golkar yang dicopot dan melakukan perlawanan adalah Wayan Muntra (Badung), I Made Sukarena (Karangasem), I Wayan Gunawan (Gunawan), Ketut Arya Budi Giri (Tabanan), dan Made Adhi Jaya (Buleleng).

Putusan majelis hakim ini dibenarkan oleh Plt Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon usai sidang putusan. Menurut dia, sekitar Pukul 19.48 WIB, Majelis Hakim Mahkamah Partai Golkar membacakan keputusan atas perkara internal ini.

“Intinya, mahkamah menolak permohonan Pemohon, untuk seluruhnya,” jelas Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer.

Terhadap putusan majelis hakim ini, Sumarjaya Linggih mengajak kelima Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten se-Bali dan para pendukung masing-masing, untuk tetap bersama – sama membesarkan Partai Golkar di Bali. Jangan sampai karena putusan ini justru hengkang dari Partai Golkar.

“Ini kan bukan soal kalah atau menang. Kita justru menguji benar atau salahnya keputusan partai. Karena itu, kami berharap mereka untuk tetap bersama Partai Golkar, dan tidak malah hengkang,” ujarnya.

“Kan kembali tidak harus langsung jadi pengurus lagi. Jadi kader seperti biasa. Nanti saat Musda, misalnya mau jadi ketua lagi, kan bisa ikut dalam suksesi. Dulu saya juga hanya kader biasa, tidak jadi pengurus, padahal saya anggota dewan,” imbuh Sumarjaya Linggih. (KI4)

Check Also

DKPP Akan Sidangkan Kasus LPPDK Nol Rupiah Caleg di Bali

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menjadwalkan sidang kasus dugaan manipulasi Laporan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *