Home / Politik / Lima Partai Galang Koalisi Besar Hadapi Dominasi PDIP di Bali
Pimpinan lima partai politik di Bali usai pertemuan jilid dua jelang Pilkada Serentak di enam kabupaten dan kota. (kitaindonesia.com/m susanto)

Lima Partai Galang Koalisi Besar Hadapi Dominasi PDIP di Bali

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – PDIP mendominasi hasil Pilkada Serentak 2015 hingga Pemilu Legislatif 2019 lalu di Bali. Kondisi ini memunculkan kegelisahan publik tentang wajah serta kualitas Pilkada Serentak 2020. Sebab jika partai lainnya gagal membangun kekuatan, maka PDIP akan semakin mendominasi pertarungan dan bahkan di beberapa daerah dipastikan terjadi pertarungan melawan kotak kosong.

Hanya saja kegelisahan sejumlah pihak ini mulai terjawab. Sebab, partai-partai di luar PDIP terus menggalang kekuatan dan bersepakat membangun koalisi besar.

Seperti Jumat (5/6/2020), di Kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, digelar pertemuan pimpinan lima partai politik di Bali, masing Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Hanura dan PSI. Ini adalah pertemuan kedua pimpinan kelima partai ini, setelah sebelumnya melakukan pertemuan perdana di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali beberapa bulan lalu.

Setidaknya ada tiga poin kesepakatan yang diambil dalam pertemuan jilid dua ini. Pertama, kelima partai sepakat untuk membentuk koalisi dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020 untuk mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Kedua, pimpinan kelima partai politik sepakat untuk membentuk tim kerja bersama. Tugas tim ini adalah merumuskan hal-hal teknis menyangkut koalisi.

Ketiga, pimpinan kelima partai politik sepakat untuk segera mendeklarasikan koalisi setelah dirumuskan oleh tim kerja bersama. Deklarasi ini akan ditentukan dalam waktu dekat.

“Hari ini kami membuat komitmen bersama untuk membangun koalisi besar dalam menghadapi Pilkada di enam kabupaten dan kota,” kata Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali IB Oka Gunastawa, usai pertemuan tersebut.

Dijelaskan, selain menjawab kekhawatiran banyak pihak, kesepakatan ini juga diambil karena berangkat dari keprihatinan atas situasi global saat ini lantaran pandemi Covid-19. Situasi ini diharapkan menjadi permenungan bagi semua, untuk menata kehidupan di masa mendatang, tak terkecuali di bidang politik.

“Kehidupan ini tidak boleh berhenti. Semua tantangan harus kita hadapi bersama, termasuk Covid-19. Dalam situasi ini juga menjadi permenungan bagi seluruh elemen masyarakat termasuk partai politik untuk menjadi garda terdepan dalam menyikapi situasi ini. Dan Desember nanti akan ada Pilkada Serentak. Seluruh kegiatan harus tetap dilanjutkan, termasuk di ruang demokrasi. Atas dasar itu pula, kelima partai ini sepakat untuk koalisi. Koalisi besar,” tegas Oka Gunastawa.

Melalui koalisi besar ini, imbuh politikus asal Karangasem itu, akan ada pemikiran cerdas dan tulus, ada kesadaran baru, untuk memandang Pilkada 2020 sebagai momentum penting dalam melahirkan pemimpin yang baik. “Jadi kami akan sodorkan paket terbaik,” ujar Oka Gunastawa.

Soal partai lainnya di luar PDIP yang belum bergabung seperti Partai Gerindra, Oka Gunastawa mengatakan, pihaknya akan membuka diri. Kelima partai yang telah sepakat untuk berkoalisi, tentunya akan membangun komunikasi dengan pimpinan partai lainnya.

“Kita membuka diri untuk partai lain. Yang jelas koalisi yang disepakati di tingkat provinsi ini konsekuensinya sampai di kabupaten dan kota. Kita tinggalkan segala ego, bersama-sama kita carikan yang terbaik. Yang tak kalah penting, pemimpin yang kita hadirkan nanti jangan sampai menjadi pemimpin partai setelah terpilih. Ia harus menjadi pemimpin seluruh rakyat,” pungkas Oka Gunastawa. (KI4)

Check Also

Politician Academy Terima Award Trends Summit 2021

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Lembaga konsultan politik Politician Academy menerima Award Best in Trusted Company in …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *