Home / Kesehatan / Larang Anak Usia di Bawah 12 Tahun Berkunjung, Ini Penjelasan Direktur RSBM
Direktur RSBM dr Gede Bagus Darmayasa. (istimewa)

Larang Anak Usia di Bawah 12 Tahun Berkunjung, Ini Penjelasan Direktur RSBM

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Seluruh rumah sakit, tak terkecuali Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), melarang anak-anak berusia di bawah 12 tahun untuk berkunjung. Larangan tersebut bukan iseng atau bahkan bentuk arogansi rumah sakit.

“Sebenarnya larangan yang diberlakukan oleh rumah sakit itu bukan tanpa alasan. Bukan juga hanya sekadar peraturan iseng rumah sakit. Namun memiliki tujuan yang baik,” kata Direktur RSBM dr Gede Bagus Darmayasa, di Denpasar, Rabu (25/2/2020).

Menurut dia, beberapa poin penting dijadikan pertimbangan para orang tua agar tidak membawa anak-anak yang sehat untuk berkunjung ke rumah sakit. Salah satunya, membawa anak yang sehat berkunjung ke rumah sakit justru berdampak pada kesehatan anak itu sendiri.

“Kenapa demikian? Karena daya imun atau kekebalan pada anak belumlah sempurna sehingga akan mudah tertular penyakit yang ada di area lingkungan rumah sakit yang lebih terkenal dengan sebutan Nosokomial atau penyakit yang didapat saat di rumah sakit,” papar Bagus Darmayasa.

Selain risiko tertularnya penyakit, lanjut dia, gangguan psikologis juga bisa terjadi pada anak. Sebab saat berkunjung, anak-anak bukan saja melihat tapi mendengar orang sakit.

“Ada yang berteriak, ada yang merintih dan bahkan ada yang sedang mengalami pendarahan hebat karena kecelakaan, khususnya di Ruang UGD. Hal ini tentu saja akan terngiang di pikiran anak, sehingga terjadi trauma dan ketakutan yang dapat menggangu daya kembang si buah hati,” urai dokter yang memiliki hobi melukis ini.

Selain banyaknya kuman virus penyakit, lanjut Bagus Darmayasa, rumah sakit juga sebagai tempat istirahat bagi orang yang sedang sakit. Di sisi lain, kecenderungan anak-anak sangat beragam. Mereka tidak selalu diam. Bahkan anak-anak cenderung rewel dan susah diatur.

“Kadang mereka teriak-teriak, berlarian, sehingga menggangu orang lain. Bayangkan saat kita sakit, ingin istirahat, namun terasa terganggu dengan suasana yang kurang kondusif. Suasana yang tenang dan nyaman adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien di rumah sakit,” ujarnya.

Atas dasar itu, demikian Bagus Darmayasa, sebagai orang tua hendaknya lebih bijak dalam mengajak anak untuk berkunjung. Jangan justru dengan sengaja membawa anak yang sehat ikut berkunjung ke rumah sakit.

“Apabila tidak dalam kondisi yang sangat terpaksa, janganlah membawa anak ikut serta ke rumah sakit,” pungkas Bagus Darmayasa. (KI4)

Check Also

7 Dokter Reaktif, RSD Aeramo Nagekeo Tutup Pelayanan Kandungan dan Anak

Nagekeo (KitaIndonesia.Com) – Sebanyak 7 orang dokter di Rumah Sakit Daerah Aeramo, Kota Mbay, kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *