Home / Hukum / Kurir Narkoba Dituntut 13 Tahun Penjara
Mata Budiyati. (istimewa)

Kurir Narkoba Dituntut 13 Tahun Penjara

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Mata Budiyati, 39, terdakwa dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 104 gram dituntut hukuman penjara 13 tahun. Tuntutan disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Aryalanang Raharja, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (5/12/2019).

Menurut JPU, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum tidak memiliki izin untuk memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan, narkotika golongan 1 bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

“Memohon kepada majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan serta denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara,” kata JPU, saat membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim yang dipimpin I Ketut Kimiarsa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Kasus yang menyeret Budiyati berawal saat petugas kepolisian memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di seputaran Jalan Bajataki, Banjar Pagutam, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, sering terjadi transaksi dan peredaran narkoba.

BACA JUGA:   Peran Tokoh Agama Vital Jaga Kondusifitas Saat Hari Raya Idulfitri, Polda Bali Silaturahmi dengan MUI

Atas informasi tersebut, polisi dari Satresnakoba Polresta Denpasar kemudian melakukan penyelidikan dan melihat terdakwa melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Soopy, Selasa (27/8/2019) sekitar Pukul 15.15 Wita.

Polisi membiarkan terdakwa masuk ke Jalan Bajataki. Ketika di depan rumah nomor 2, Budiyati turun dari sepeda motor dan mengambil sesuatu. Saat terdakwa hendak pergi, petugas langsung menangkapnya.

Dari hasil penggeledahan, di pijakan kaki sepeda motor yang dikendarai terdakwa ditemukan tas kresek warna hitam. Setelah kresek dibuka, terdapat bungkusan lakban warna hitam berisi tissue putih di dalamnya terdapat 2 paket plastik klip masing-masing berisi kristal bening yang diduga sabu.

“Dua plastik klip tersebut berisi sabu masing-masing memiliki berat bersih 9,09 gram dan 94,91 gram. Total sabu seluruhnya seberat 104 gram,” urai Jaksa, dalam dakwaan.

Kepada polisi, terdakwa mengaku barang tersebut diperoleh dari seseorang yang dipanggil Toni (buron), dengan cara mengambil tempelan. Terdakwa juga mengakui diberi imbalan berupa uang sebanyak Rp 50 ribu oleh Toni. (KI6)

Check Also

Dukung Upaya Pembuktian JPU, Saksi Ahli Kuliti Bos BPR Legian

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Meski berupaya menghadirkan saksi ahli hukum, Titian Wilaras selaku Pemegang Saham Pengendali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *