Home / Hukum / Kriminalisasi Advokat, DPN Peradi Sikapi Serius Aduan Togar Situmorang
Advokat Togar Situmorang bersama jajaran DPN PERADI usai pertemuan di Sekretariat Nasional PERADI, Jakarta. (istimewa)

Kriminalisasi Advokat, DPN Peradi Sikapi Serius Aduan Togar Situmorang

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) menggelar rapat secara tertutup di Sekretariat Nasional PERADI, Gedung Grand Slipi Tower Lantai 11, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (15/01/2021).

Menariknya, rapat tersebut tampak dihadiri oleh advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CLA. Advokat kelahiran Jakarta berdarah Batak itu hadir bersama timnya, seperti Darius Situmorang, SH (Partner dan Kepala Kantor Law Firm Togar Situmorang Cabang Utama DKI Jakarta), Sanusi, SH (Partner dan Kepala Kantor Law Firm Togar Situmorang Cabang Cirebon), Ilham Achmad Yani (Staf Bidang Publikasi Law Firm Togar Situmorang) serta Amin (Pengurus LBH Panglima Hukum).

Setelah ditelusuri, rapat tersebut digelar khusus oleh DPN PERADI menyusul adanya permohonan perlindungan hukum yang diajukan Togar Situmorang, yang juga anggota PERADI. Togar Situmorang mengajukan permohonan tersebut menyusul adanya kriminalisasi terhadap dirinya selaku pengacara.

Rapat antara lain dihadiri Wakil Ketua Umum DPN PERADI Dr Hendriek Jehaman, SH, MH, Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat DPN PERADI Antoni Silo, SH, MH serta jajaran pengurus Bidang Pembelaan Profesi Advokat masing-masing Mohammad Aqil Ali, I Made A Rediyudana, Sudarta Siringo-ringo, Andrian B Kurniawan, Rielen Pattiasina, serta Ketua Bidang Humas Publikasi Riri Purbasari Dewi.

“Pertemuan berlangsung secara tertutup. PERADI sebagai organisasi advokat nomor satu di Indonesia, dengan cepat menanggapi keluhan anggotanya,” kata Ilham Achmad Yani, staf Law Firm Togar Situmorang Bidang Humas dan Publikasi, yang dikonfirmasi wartawan terkait pertemuan DPN PERADI dengan Togar Situmorang tersebut.

Pihaknya sangat mengapresiasi DPN PERADI yang langsung tanggap terhadap keluhan atau permohonan anggota ini. Apalagi dalam permohonannya, Togar Situmorang juga melengkapi data-data pendukung.

“Surat pertama kami sesungguhnya dikirim bulan November 2020 lalu. Namun saat itu pengurus DPN PERADI sedang persiapan pelantikan pengurus baru. Lalu kami kirim lagi surat kedua dan lebih lengkap data-datanya pada tanggal 12 Januari 2021, dan langsung ditanggapi DPN PERADI dengan meminta kehadiran Bang Togar Situmorang pada tanggal 15 Januari 2021,” urai Ilham Achmad Yani.

Sementara itu, Togar Situmorang secara terpisah kepada wartawan mengungkapkan bahwa DPN PERADI menyikapi serius pengaduan yang ia layangkan. Apalagi menyangkut kriminalisasi advokat.

“Puji Tuhan, saya bersyukur. Permasalahan yang saya hadapi ini ditanggapi dengan sangat luar biasa oleh pengurus DPN PERADI. Apalagi kedatangan saya bersama tim serta staf disambut baik, walau agak terlambat dan harus menunggu hingga sore hari sehubungan pesawat yang saya tumpangi mengalami keterlambatan dari Denpasar,” jelas Togar Situmorang, yang juga Dewan Pembina DPP-FBI (Forum Batak Intelektual) ini.

Ketika ditanya wartawan soal hasil pertemuan tersebut, Togar Situmorang mengatakan, hal tersebut menjadi ranah DPN PERADI.

“Hasilnya seperti apa, tentu akan disampaikan setelah rapat internal pengurus DPN PERADI. Tetapi saya merasa puas dan bersyukur dari hasil pertemuan ini ada titik cerah bagi kami,” tutur Togar Situmorang, yang memiliki kantor hukum cabang di Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Gedung Piccadilly, Jakarta Selatan.

Sementara itu melalui keterangan resmi PERADI, Ketua Bidang Pembelaan Profesi Advokat DPN PERADI Antoni Silo membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti permohonan salah satu anggota, yakni Togar Situmorang, yang merasa telah dikriminalisasi oleh kliennya seorang Warga Negara Jerman di Polresta Denpasar, Bali.

“Kami mendengar keterangan langsung dari anggota (Togar Situmorang) dalam rapat tersebut. Kami sebagai organisasi tempat advokat bernaung, tentu tidak diam saja atas dugaan kriminalisasi yang dialami anggota bernama Togar Situmorang,” ujar Antoni Silo.

Adapun Wakil Ketua Umum DPN PERADI Dr Hendriek Jehaman, SH, MH, menegaskan, pimpinan memberikan atensi atas apa yang dialami anggota, bukan saja Togar Situmorang, melainkan seluruh advokat anggota PERADI di seluruh Indonesia.

“Prof Otto Hasibuan selaku Ketua Umum tidak menginginkan advokat anggotanya menjalankan profesi tanpa jaminan sebagaimana telah diatur dalam UU Advokat dan Kode Etik Advokat Indonesia,” tandas Hendrik Jehaman.

Rapat yang berlangsung hampir 3 jam tersebut ditutup dan akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme. DPN PERADI Bidang Pembelaan Profesi Advokat masih akan melakukan pendalaman terhadap kasus yang dialami Togar Situmorang kepada pihak terkait, termasuk koordinasi dengan kepolisian yang berwenang. (KI-01)

Check Also

KPK Tetapkan Nurdin Abdullah Sebagai Tersangka Penerima Suap dan Gratifikasi

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *