Home / Politik / KPU Manggarai Barat Batalkan Pencalonan Pasangan Pranda – Jeramun
Pasangan Wilfridus Fidelis Pranda - Blasius Jeramun saat menyerahkan dukungan kepada Ketua KPU Manggarai Barat, beberapa waktu lalu. (kitaindonesia.com/itho umar)

KPU Manggarai Barat Batalkan Pencalonan Pasangan Pranda – Jeramun

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat memutuskan membatalkan pasangan Wilfridus Fidelis Pranda – Blasius Jeramun (PRAJA) sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Manggarai Barat, pada Pilkada Serentak 2020. Alasannya, salah satu kandidat dari pasangan perseorangan ini, yakni Fidelis Pranda, meninggal dunia pada 17 Maret lalu.

Menurut Ketua KPU Manggarai Barat Robertus V Din, pembatalan tersebut merujuk pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017, khususnya Pasal 33 ayat 4.

“Atas dasar itu, dengan sendirinya kita gugurkan Paket PRAJA,” jelas Robertus, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/03/2020) siang.

Robertus lalu membeberkan amanat Pasal 33 PKPU Nomor 1 Tahun 2020 ini. Ayat pertama, bakal pasangan calon perseorangan atau salah satu bakal calon perseorangan yang mengundurkan diri sejak verifikasi administrasi sampai dengan rekapitulasi jumlah dukungan dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat dan tidak dapat diganti dengan calon lain.

Ayat kedua, dihapus. Ayat ketiga, bakal calon perseorangan yang berhalangan tetap setelah penyerahan dukungan sampai dengan sebelum pendaftaran, dapat diganti dengan calon pengganti paling lama 3 (tiga) hari sejak calon tersebut berhalangan tetap.

Ayat keempat, berhalangan tetap sebagaimana dimaksud pada ayat tiga, meliputi keadaan a) meninggal dunia, atau b) tidak mampu melaksanakan tugas secara permanen.

“Sampai detik ini, kita belum mendapatkan informasi dari pihak Paket PRAJA. Padahal kita telah melayangkan surat terkait pengganti Pak Fidelis Pranda sebagai kandidat bupati,” ujar Robertus.

Robertus mengatakan, kandidat bupati yang wafat telah lewat tiga hari. Artinya, Pasal 33 ayat 4 itu berlaku dengan sendirinya terhadap Paket PRAJA.

“KPU Manggarai Barat telah mendapatkan surat dari dokter dan surat dari Kelurahan Wae Kelambu tentang hari wafatnya kandidat bupati yaitu sejak tanggal 17 Maret, dan hari ini sudah tanggal 20 Maret. Artinya, sudah lewat satu hari. Tentu sesuai regulasi, tidak bisa lagi kita lanjutkan,” urai Robertus.

Ia menambahkan, pihaknya menunggu selama tiga hari sejak kandidat bupati berhalangan tetap. Namun hingga saat ini, KPU Manggarai Barat tidak mendapatkan informasi calon pengganti kandidat yang meninggal dunia.

“Selama tiga hari kemarin, sejak tanggal 17 Maret, kita belum mendapatkan pengganti. Hari ini kita buat berita acara terkait dengan pembatalan pencalonan Paket PRAJA,” ujarnya.

Diketahui, Paket PRAJA merupakan satu – satunya peserta Pilkada Manggarai Barat 2020 yang maju melalui jalur perseorangan. Paket PRAJA berhasil mengumpulkan dan menyerahkan dukungan sebanyak 20.394 KTP ke KPU Manggarai Barat. (KI21)

Check Also

Baliho Puan Mejeng di Berbagai Daerah, Pengamat: Untuk Persiapan Pilpres 2024

Jakarta (KitaIndonesia.Com) -Pemasangan baliho Puan Maharani di sejumlah daerah ditengarai sebagai persiapan menghadapi pemilihan presiden …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *