Home / Peristiwa / Nasional / Kota Denpasar Konsisten Tangani Covid-19
Dewi Nur Aisyah. (istimewa)

Kota Denpasar Konsisten Tangani Covid-19

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah, mengapresiasi Kota Denpasar sebagai kota yang konsisten menekan laju kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu disampaikan Dewi, saat memaparkan data jumlah kumulatif kematian dan angka kematian per 100 ribu penduduk di peringkat nasional, dalam dialog di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Dari data, kata dia, Kota Surabaya berada di peringkat pertama nasional, disusul oleh Kota Semarang pada peringkat kedua, dan Jakarta Pusat di peringkat ketiga pada dua analisis angka kematian tersebut.

“Berbeda dengan Kota Denpasar. Kota Denpasar menempati posisi terendah dari 10 kota besar yang telah dianalisis, baik berdasarkan jumlah kumulatif kematian dan angka kematian per 100 ribu penduduk,” ujar Dewi.

Dari total 514 kabupaten/ kota di Indonesia, Kota Denpasar memang berada di peringkat ke-63 jumlah kumulatif kematian, dan peringkat ke-77 pada analisis angka kematian per 100 ribu penduduk.

“Ini Kota Denpasar kita juga melihat angka kematiannya kecil. Meskipun jumlah kasus banyak, tetapi Kota Denpasar berada di peringkat 63 untuk jumlah angka kematian. Kemudian kita melihat kematian per 100 ribu penduduk mulai berubah lagi urutannya,” papar Dewi.

Ia kemudian menyampaikan persentase kasus aktif dari 10 kota besar yang telah dianalisis. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Kota Denpasar memiliki angka persentase kasus aktif terendah, yaitu 6,84 persen kasus aktif.

“Ini yang hebat dan membuat saya senang itu Kota Denpasar, kasus aktifnya tinggal 6,84 persen. Ini contoh sebuah kota yang pasti penduduknya lebih banyak, lebih padat, aktivitas tinggi, dan masuk ke 20 besar jumlah kasus yang tertinggi di Indonesia. Tapi ternyata ketika dilihat angka kasus aktifnya tinggal 6,84 persen. Itu dapat diartikan sudah bisa menghambat laju kasus baru,” tandas Dewi.

Persentase angka kematian Kota Denpasar, imbuhnya, berada di angka 1,03 persen. Hal ini menandakan bahwa pelayanan kesehatan di Kota Denpasar sudah cukup baik.

“Kota Denpasar ini konsisten. Kasus aktifnya tinggal sedikit, kematiannya juga kecil, 1,03 persen. Jadi ini adalah hal yang cukup baik. Kita lihat kasusnya banyak, tapi yang meninggal ditekan, berarti pelayanan kesehatannya cukup baik,” ucapnya.

Pada persentase angka kesembuhan dari 10 kota besar yang telah dianalisis, Dewi menyampaikan, Kota Denpasar menempati posisi kesembuhan tertinggi, yaitu sebesar 92,13 persen dan disusul oleh Kota Surabaya di posisi kedua dengan persentase sebesar 74,68 persen.

Namun, Dewi menegaskan di samping penanganan Covid-19 yang sudah baik, seluruh kota harus tetap waspada dan harus tetap berupaya untuk memutus rantai penularan Covid-19. Sebab jumlah kasus kumulatif tertinggi di Indonesia pada analisis mingguan periode 16 Agustus 2020 didominasi oleh kota-kota besar.

“Hal ini menjadi evaluasi dan perhatian khusus bagi masyarakat di kota besar untuk tetap waspada akan persebaran CO-19 di daerahnya,” pungkas Dewi. (KI-33)

Check Also

Rakernas PERADI Sukses, Togar Situmorang Kembali Suarakan Dukungan untuk ‘Single Bar’

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pimpinan Prof Otto Hasibuan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *