Home / Hukum / Korban Penggelapan Berharap Kemenkumham Seleksi Ketat Pembebasan Napi
Foto: Terdakwa Rio Handa Aji saat jalani sidang (Istimewa)

Korban Penggelapan Berharap Kemenkumham Seleksi Ketat Pembebasan Napi

Denpasar (KitaIndonesia.Com)– Sebanyak 646 narapidana di wilayah hukum Provinsi Bali menerima keringanan hukuman berupa pembebasan bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM.

Kebijakan pemberian pembebasan bersyarat di tengah wabah Covid-19 ini rupanya masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Salah satu korban kasus penggelapan, Sugiharto Widjaja merasa khawatir dengan kebijakan pemberian pembebasan bersyarat.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Kemenkumham Bali harus cermat dalam hal menyeleksi para napi yang masuk dalam pembebasan tersebut.

“Saya khawatir kalau ada napi yang tidak memenuhi persyaratan tetapi bisa lolos dalam pembebasan kali ini,” ucapnya, Rabu (14/4/2020) di Denpasar.

Sugiharto lalu mencontohkan Rio Handa Aji yang dihukum 2 tahun penjara di Lapas Kerobokan karena kasus penggelapan uang proyek Rp1,4 miliar.

“Rio Handa Aji yang dihukum karena menggelapkan uang proyek Rp1,4 miliar itu kan belum memenuhi syarat atau belum 2/3 menjalani masa penahanannya, jadi memang tidak bisa ikut pada program pembebasan napi ini,” kata Sugiharto.

Dia menambahkan, Rio Handa Aji diduga melakukan penggelapan terhadap dana banyak orang, bukan cuma dirinya saja. Hal itu diketahui dari beberapa orang korban yang menghubunginya.

“Semenjak berita mengenai Rio terkuak, jadi banyak korban lain yang bercerita kepada saya,” sebutnya.

“Jangan sampai kebijakan ini dimanfaatkan oleh Rio Handa Aji untuk menghindar dari hukuman yang sudah seharusnya dia jalankan, terlebih secara persyaratan jelas dia tidak memenuhi,” ucap Sugiharto.

Sebelumnya, upaya hukum banding yang ditempuh terdakwa kasus penggelapan senilai Rp1,4 miliar, Rio Handa Aji, untuk keluar dari jeratan hukum atas vonis 2 tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Made Pasek tidak membuahkan hasil.

Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar pimpinan Hakim Nyoman Sumaneja dalam amar putusannya sebagaimana termuat dalam website resmi PN Denpasar menyatakan menerima permohonan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Menguatkan putusan PN Denpasar Nomor 1040/Pid.B/2019/PT DPS, tanggal 21 November 2019 yang dimintakan banding tersebut,” demikian bunyi amar putusan yang termuat dalam website remi PN Denpasar, Rabu (26/2/2020).

Dengan demikian, Rio Handa Aji diputuskan tetap bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana vonis hakim PN Denpasar.(KI5)

Check Also

Perkara Harta Waris di PN Bandung, Klien Law Firm Togar Situmorang Siap Hadirkan Saksi

Bandung (KitaIndonesia.Com) – Sidang lanjutan gugatan Perkara Perdata Nomor 45/ Pdt.G/ 2021 tentang harta waris …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *