Home / Hukum / Komisaris Klarifikasi Penganiayaan Sky Garden
Markus Karel Senen terbaring di RS Siloam (Istimewa)

Komisaris Klarifikasi Penganiayaan Sky Garden

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Munculnya berita terkait penganiayaan dan pencurian uang di Sky Garden disikapi Dewan Komisaris night club setempat. Penjelasan atau klarifikasi itu dimaksudkan agar terbuka hal yang sebenarnya terjadi. Dengan kata lain, Dewan Komisaris Sky Garden menilai ada pihak-pihak yang sengaja menggiring opini dan mengaburkan fakta-fakta sebenarnya terjadi.

Menurut Dewan Komisaris Sky Garden atau PT ESC Urban Food Station AA Ngurah Agung ada beberapa fakta – fakta yang dikaburkan dan ada wacana dan opini yang digiring untuk menyudutkan pihak – pihak tertentu, yaitu Titian Wilaras selaku owner dengan saham mayoritas yaitu 66 persen. “Ini sebenarya ada pihak yang ingin membuat keruh, ingin memancing dan terus membuat situasi tidak kondusif. Atas kondisi ini kami ingin memberikan klarifikasi, agar informasi di masyarakat tidak masalah salah. Dan ini adalah wujud keberimbangan informasi yang harus disajikan oleh media,” ujar Agung Ngurah dalam klarifikasinya.

Agung Ngurah Mengatakan, yang pertama adalah Titian Wilaras adalah pelapor dalam kasus pencurian dengan nomor TPL/196/VIII/2019/Bali/RestaDPS/SekKut.Dijelaskan dalam kasus ini bahwa pada 7 Agustus 2019 sekitar pukul 22.00 di Jalan Legian, Kuta Badung, atau di ruangan kasir Sky Garden ketika kasir memesakukan uang kedalam kantong plastic tiba – tiba datang seorang laki – laki yang tidak dikenal merampas uang itu dan langsung dilarikan. Ada rekaman CCTV. “Posisinya Titian Wilaras ini adalah pelapor dalam pencurian Rp 300 juta. Kemudian dibangun opini, orang Titian Wilaras mengambil uang. Ini aneh, untuk seorang pemilik 66 persen, merampas usahanya sendiri,” jelas Agung Ngurah.

Bahkan ada media yang menulis, bahwa Pamela Wilaras dan Anne merampas uang atas suruhan Titian Wilaras pada Kamis (8/8) pukul 17.30 Wita. “Klarifikasi ini ingin memastikan bahwa Titian Wilaras pelapor. Pamela Wilaras itu adalah anak dari Titian Wilaras,” imbuhnya.

Tak hanya itu, muncul juga berita berita bahwa ada penganiayaan yang dilakukan oleh Markus Karel Senen. Bahkan disebut – sebut orang ini terkait dengan sebuah organisasi preman asal Belanda yaitu Satu Darah. Hingga membuat babak belur, bahkan giginya rontok terhadap pegawai Sadewa dan Stave.

Agung Ngurah meluruskan, bahwa Markus ini datang memang bukan untuk bikin onar. Dia datang malah untuk memantau Sky Garden sebagai investor, yang tertarik membeli Sky Garden. Markus adalah warga negara Indonesia yang sudah 30 tahun di Belanda. “Tidak ada hubungannya, dengan organisasi di Belanda yaitu Satu Darah. Markus datang sebagai investor, yang tertarik membeli Sky Garden,” jelas Agung Ngurah.

Namun ada pihak – pihak yang memancing, hingga akhirnya Markus menampar bukan menganiaya sampai gigi rontok. “Menampar, karena malah ada pihak yang sengaja memacing, hingga Markus sempat emosi,” urai Agung Ngurah yang juga seorang pengacara ini.

Dan sangat tidak mungkin Markus bisa menganiaya orang apalagi disebut dengan gaya preman. Karena Markus dalam kondisi stroke, sempat mengalami pecah pembuluh darah dikepala, lima kali. “Catatan medis jelas ada, Markus itu stroke sangat tidak mungkin bisa menganiaya seperti yang diberitakan itu. Ini mohon diluruskan,” sambungnya.

“Termasuk ada yang menulis bahwa ada yang menodongkan pistol ke Pak Suwarno. itu juga fitnah dan pembunuhan karakter, itu tidak benar. Bisa di cek secara detail, saya cek, tidak ada itu,” imbuhnya.

Terkait dengan kasus pidananya, akan dilakukan proses komudinasi secara kekeluargaan dan internal di Sky Garden. Agung Ngurah menyebutkan semoga ada titik temu. Kemudian secara internal Sky Garden juga aka nada evaluasi dan klarifikasi juga terhadap Direktur Suwarno. Karena menjadi aneh juga malah ada kesan Direktur yang adalah pegawai dari pemilik atau owner, dibuatkan opini malah bersebrangan, ini juga kejanggalan. “Jadi ada banyak opini yang dibangun sangat janggal. Pemilik dibilang mencuri, Direktur seolah benturan dengan pimilik. Ini akan kami evaluasi, kami akan klarifikasi juga kepada Direktur. Biarkan ini menjadi ranah internal kami,” kata dia.

“Saya sekalu komisaris tetap akan membicarakan persoalan ini secara kekeluargaan kepada pihak Direktur dan pemegang saham. Bisa berjalan sesuai harapan, kedepan bisa selesai polemik dengan duduk bersama. Saya memohon maaf kepada semua jajaran atas situasi tidak nyaman ini,” ucap Ngurah Agung.

Harapan lainnya, Agung Ngurah memohon agar pihak – pihak yang terus berusaha untuk memperkeruh kondisi Sky Garden agar sadar. Bahkan Sky Garden itu menampung karyawan sangat banyak, menghidupi dan menjadi ladang mencari makan banyak orang. “Kami mohon agar berhenti berbuat untuk mengacaukan. Kasihan ini menyangkut perut orang banyak, kami mohon hentikan cara – cara untuk mengacau, biarkan nyaman aktivitas Sky garden,” harap pria asal Karangasem ini.

Selain itu, terkait dengan pelecehan terhadap anak pemilik yaitu Pamela Wilaras, oleh koki Sadewa, Agung Ngurah juga mengaku akan menjadi kajian atensinya. Ada fakta menyebutkan Pamela yang adalah Manager HRD merasa dilecehkan oleh Sadewa. Kemudian memberikan SP 1 kepada Sadewa. Namun faktanya malah, Sadewa dalam kondisi bermasalah menjadi Manager HRD. Tambah aneh juga korban Pamela dijadikan pegawa dapur. “Jadi anak pemilik dipindakan oleh Direktur menjadi pegawai dapur, yang melecehkan malah menjadi Manager HRD menggantikan korban Pamela. Ini akan kami atensi diinternal dulu,” sebutnya. “Kami mohon agar dimuat klarifikasi ini, untuk bisa meluruskan opini yang salah. Atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih, kepada jajaran media,” pungkasnya.

Check Also

Eksepsi dan Penangguhan Zainal Tayeb Ditolak oleh Majelis Hakim

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengusaha Zainal Tayeb alias ZT terdakwa kasus dugaan menyuruh menempatkan keterangan palsu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *