Home / Hukum / Klien Dituntut 3 Bulan Penjara, Togar Situmorang Berharap Putusan Bebas Murni
Suasana sidang secara virtual kasus arisan online dengan Terdakwa IM. (istimewa)

Klien Dituntut 3 Bulan Penjara, Togar Situmorang Berharap Putusan Bebas Murni

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Sidang lanjutan kasus arisan online dengan Terdakwa IM, kembali digelar di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, Selasa (2/2/2021). Sidang mengagendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang yang berlangsung secara virtual ini diikuti IM. Tampak IM didampingi tim hukum dari Law Firm Togar Situmorang, masing-masing Sabam Antonius Nainggolan, SH, dan Rudi Hermawan, SH.

Sebelumnya, JPU menjerat IM dengan menggunakan dakwaan alternatif yaitu Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP. Namun menurut keyakinan JPU dan fakta persidangan, penuntut kemudian menggunakan Pasal 372 KUHP Tentang Tindak Pidana Penggelapan. Tuntutannya adalah 3 bulan penjara, dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara.

“Kami dari Law Firm Togar Situmorang sangat mengapresiasi tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut. Sebab pada sidang terdahulu, tim advokat kami mampu meyakinkan rekan Jaksa dalam menghadirkan alat bukti sah dan saksi yang meringankan untuk klien kami dalam mengungkap runtutan peristiwa, apakah ada niat melawan hukum dari Terdakwa,” tutur advokat muda Sabam Antonius Nainggolan, SH, dan Rudi Hermawan, SH, saat dikonfirmasi usai sidang.

Menurut keduanya, Terdakwa juga merupakan korban dalam kasus ini. Sebab ada beberapa member yang belum melakukan pembayaran arisan, sehingga Terdakwa harus menalangi. Ketika Terdakwa mencari uang untuk menalangi, Terdakwa malah sudah dilaporkan ke polisi.

“Yang paling menyedihkan bagi Terdakwa adalah Terdakwa telah membayar melebihi seluruh kerugian saksi korban. Bahkan saksi korban telah sepakat untuk berdamai dan mencabut laporan polisi yang tertuang dalam surat pernyataan perdamaian yang dibuatkan oleh penyidik di Polsek Blahbatuh. Namun Terdakwa tetap diseret ke persidangan. Sungguh tragis yang dilakukan penyidik dan pelapor,” ujar Sabam Nainggolan.

Advokat senior Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA. (istimewa)

Sementara itu advokat senior Togar Situmorang, SH, CMed, MH, MAP, CLA, secara terpisah mengatakan, akan ada pledoi yang disampaikan Terdakwa sendiri dalam sidang selanjutnya.

“Semoga akhirnya nanti putusan dari Majelis Hakim akan memutus Terdakwa dengan bebas murni,” harapnya.

“Karena sesungguhnya kasus ini terlalu dipaksakan, mengingat sebelumnya telah ada perdamaian. Idealnya tidak perlu dilanjutkan ke tahap persidangan karena pasti akan memakan waktu dan biaya mengingat situasi pandemi seperti saat ini,” imbuh Togar Situmorang.

Kasus ini, lanjut advokat berdarah Batak itu, bisa juga menjadi pelajaran bagi semua pihak terutama pimpinan institusi agar bisa memberi arahan kepada penyidik tidak semena-mena. Untuk kasus-kasus ke depan, Togar Situmorang berharap dapat diselesaikan dengan restorative justice.

“Apabila dianggap perkara perdata, agar difokuskan untuk diselesaikan dengan proses perdata kepada para pihak. Jangan dipaksakan ke ranah pidana,” harap CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor pusat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A, Renon, Denpasar; serta kantor cabang masing-masing di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar Timur; Jalan Malboro Teuku Umar Barat Nomor 10, Denpasar Barat; Gedung Piccadilly Jalan Kemang Selatan Raya 99, Jakarta Selatan; Jalan Trans Kalimantan Nomor 3-4, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; serta Jalan Duku Blok Musholla Baitunnur Nomor 160 RT/ RW 007/ 001 Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu.

Advokat muda Sabam Antonius Nainggolan, SH, dan Rudi Hermawan, SH, dari Law Firm Togar Situmorang saat mendampingi IM. (istimewa)

Togar Situmorang bahkan mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo dalam sebuah kesempatan, yakni “Aparat penegak hukum jangan mengigit orang yang tidak salah, atau pura-pura salah gigit, tapi wajib menggigit orang yang salah dan niat buruk yang mau mengganggu akidah agenda negara”.

“Itu bukan hanya sekadar kata-kata. Bapak Presiden kita ingin menunjukkan bahwa jangan biarkan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kita memiliki hak yang sama di mata hukum,” pungkas Togar Situmorang. (KI-01)

Check Also

Kriminalisasi Petani Kopsa-M, SETARA Institute: Ujian Lanjutan Visi Presisi Polri

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos, mengatakan, visi Presisi Polri tengah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *