Home / Nusantara / KIPDA TTS Kunjungi Penyandang Disabilitas di Kuanfatu
Pengurus KIPDA TTS, bersama wakil ketua PKK Kabupaten TTS, anggota DPRD Kabupaten TTS dan penyandang disabilitas di Desa Kuanfatu. (kitaindonesia.com/joe)

KIPDA TTS Kunjungi Penyandang Disabilitas di Kuanfatu

SoE (KitaIndonesia.Com) – Komite Penyandang Disabilitas (KIPDA) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menyambangi para penyandang disabilitas di Desa Kuanfatu dan Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, TTS, Kamis (16/7/2020).

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten TTS Jennie Luisa Konay – Boboy, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten TTS Maxi Lian, perwakilan dari Bappeda Kabupaten TTS serta pendamping dari Kementerian Sosial RI.

Dalam kunjungan kali ini, KIPDA TTS bersama rombongan berkesempatan bertemu dengan 39 penyandang disabilitas di Desa Kuanfatu yang berkumpul di tiga titik. Selain itu, rombongan juga bertemu dengan 45 penyandang disabilitas di tiga titik lainnya di Desa Basmuti.

Selain melihat lebih dekat kondisi para penyandang disabilitas, rombongan juga memberikan bingkisan sembako dan masker.

“Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh KIPDA TTS untuk bersilaturahmi bersama sesama penyandang disabilitas dan berbagi kasih,” jelas Ketua KIPDA TTS Imanuel Nuban, usai kegiatan tersebut.

Kunjungan ini, menurut dia, sekaligus sebagai momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan kaum disabilitas. Apalagi, kaum disabilitas dilindungi dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016.

“Penyandang disabilitas punya hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan, baik itu pendidikan, maupun untuk mengembangkan potensi diri.
Perlindungan terhadap kaum difabel yang rentan terhadap kekerasan, perlu dilakukan oleh masyarakat,” ujar Imanuel.

Dalam konteks kaum difabel, imbuhnya, kasus kekerasan biasanya lebih banyak menimpa kaum perempuan. Untuk itu, ia mengharapkan partisipasi masyarakat dalam melindungi kaum perempuan penyandang disabilitas dari eksploitasi seksual.

“Kita melindungi teman-teman disabilitas ini mulai dari dalam keluarga, dari lingkungan kita,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Imanuel mengecam keras beberapa kasus yang menimpa kaum disabilitas dan sementara didampingi oleh KIPDA TTS. Salah satunya adalah ST (21), penyandang disabilitas di Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, TTS. ST diketahui menjadi korban kekerasan seksual dan saat ini sedang hamil.

“Mereka harusnya dijaga, harusnya dilindungi, harusnya dijamin, tapi di situ mereka justru diperlakukan sebagai pemuas nafsu,” kecam Imanuel.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten TTS Maxi Lian, mengatakan, saat ini lembaga dewan bersama KIPDA sedang menggagas Peraturan Daerah (Perda) Tentang Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Disabilitas di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Kita di DPRD sedang membahas Perda terkait disabilitas. Dalam tahun ini, Perda tersebut sudah bisa selesai,” jelas Maxi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Basmuti, Asta SS Lopo menjelaskan bahwa penyandang disabilitas di desanya belum seluruhnya terdata. Pihaknya akan segera melakukan pendataan, untuk memastikan kaum disabilitas terhindar dari kekerasan.

“Puji Tuhan, sampai saat ini kasus kekerasan seksual terhadap kaum disabilitas di Desa Basmuti tidak ada. Kita berharap ke depan pun tidak terjadi. Jika terjadi, kita siap untuk menegakkan hukum yang berlaku,” kata Lopo.

Adapun Wakil Ketua PKK Kabupaten TTS Jennie Luisa Konay – Boboy, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh KIPDA TTS. Menurut dia, selain berbagi kasih dan bersilaturahmi, langkah KIPDA menyosialisasikan tentang perlindunagan terhadap kaum difabel perlu didukung.

“Saya sangat mengapresiaisi aksi sosial yang dilakukan KIPDA TTS. Ini menjadi contoh bagi kita semua bahwa penyandang disabilitas juga mampu menjadi berkat bagi sesama,” ujar Jennie. (KI-22)

Check Also

Sebanyak 6.619 Jiwa Terdampak Banjir di Pekalongan

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, sejak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *