Home / Hukum / Ketua Tim Penyidik Dimutasi, Drama Baru Prahara Tanah Keranga?
Yosef Sampurna Nggarang dan Marsel Ahang. (istimewa)

Ketua Tim Penyidik Dimutasi, Drama Baru Prahara Tanah Keranga?

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Kasus dugaan korupsi pengalihan lahan milik Pemkab Manggarai Barat seluas 30 hektar yang terletak di Keranga/ Toro Lemma Batu Kallo, Labuan Bajo, kembali menyita perhatian publik. Pasalnya, publik mengendus adanya kejanggalan dalam usaha Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur mengungkapkan kasus ini.

Kejanggalan tersebut sebagaimana disampaikan Sekjend Pergerakan Kedaulatan Rakyat Yosef Sampurna Nggarang, melalui keterangan tertulisnya yang diterima kitaindonesia.com di Labuan Bajo, Rabu (10/2/2021). Menurut Pembina HIPMMABAR-Jakarta itu, publik Manggarai Barat selama beberapa bulan ini sesungguhnya sangat bangga dengan gebrakan Kejati NTT dalam mengusut sengkarut tanah Keranga.

“Publik bangga dengan gebrakan ini. Apalagi angka kerugian dalam kasus tanah Keranga sangat fantastis,” kata Sampurna Nggarang.

Bersamaan dengan gebrakan penegakan hukum ini, ada harapan tentang angin perubahan untuk Kabupaten Manggarai Barat yang masih dalam kategori sebagai daerah tertinggal. Padahal, menurut dia, sumber daya alam Bumi Komodo berlimpah, ditambah potensi wisata yang sudah mendunia.

“Tetapi di tengah harapan besar ini, justru ada kejanggalan. Ketua tim penyidik, Roy Riyadi, malah dimutasi,” beber Sampurna Nggarang.

Mutasi Jaksa Roy Riyadi ini cukup mengejutkan, apalagi di saat ia bersama tim sedang tancap gas dalam pengungkapan kasus Keranga. Sebanyak 17 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Rinciannya, 13 orang statusnya naik menjadi terdakwa, dan 4 orang lainnya menyusul.

“Roy memiliki jam terbang sebagai penyidik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di KPK selama tujuh tahun. Itu sebabnya di tangan Roy bersama tim, pengungkapan kasus Keranga terlihat menggunakan standar dan ritme kerja KPK. Itulah mengapa kasus ini begitu cepat dilimpahkan ke pengadilan, kalau bukan tim yang bekerja adalah tim yang punya komitmen dan solid,” tandas Sampurna Nggarang.

Ia mengingatkan Kejaksaan Agung, publik Manggarai Barat butuh sosok Jaksa seperti Roy. Apalagi di tengah pengungkapan sengkarut tanah Keranga ini.

“Jadi publik sangat berharap agar Kejaksaan Agung mempertahankan ketua tim penyidik Roy Riyadi ini agar tetap bisa mengabdi di NTT, terutama untuk menyelesaikan perkara tanah Labuan Bajo yang sedang ditangani. Setidaknya rakyat Manggarai Barat berharap Kejaksaan Agung bisa mempertahankan Jaksa Roy dalam 3 bulan ke depan sampai perkara lahan Labuan Bajo ini tuntas,” ucapnya.

Secara terpisah, Pimpinan LSM LPPDM (Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat) Manggarai Barat Marsel Ahang, juga menilai ada yang aneh dengan mutasi Jaksa Roy Riyadi ini. Bahkan ia berpandangan, mutasi tersebut merupakan bagian dari upaya menutupi tersangka lain dalam kasus Keranga.

“Mutasi Jaksa Roy Riyadi oleh Kejaksaan Agung merupakan upaya untuk menutupi tersangka lain dalam kasus tanah Keranga. Bahkan tersangka lain yang belum ditahan, bisa bebas dari jeratan hukum,” ujar Marsel Ahang.

Ia malah menduga, Kejaksaan Agung telah bermain mata dengan tersangka lainnya dengan memindahtugaskan Jaksa Roy Riyadi.

“Mutasi ini sama saja dengan upaya menghalangi proses penyelidikan tersangka lainnya. Jangan-jangan, patut kita duga, pihak Kejaksaan Agung justru sudah menerima suap dari para tersangka lainnya sehingga memindahtugaskan Jaksa Roy Riyadi,” tandas Marsel Ahang, yang juga seorang advokat itu.

Sementara itu Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, membenarkan bahwa Jaksa Roy Riyadi dimutasi ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dan menjabat sebagai koordinator pada Kejaksaan Tinggi Sumsel serta naik jadi golongan III B. 

Abdul membantah mutasi ini sebagai upaya untuk menghalangi pengungkapan kasus tanah Keranga, Labuan Bajo. Sebab proses mutasi ini merupakan sebuah promosi jabatan bagi jaksa-jaksa yang berprestasi.

“Mengenai mutasi itu merupakan promosi jabatan bagi jaksa-jaksa yang berprestasi. Tetapi yakinlah, yang datang itu jaksa-jaksa yang berintegritas,” jelas Abdul, yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat. (KI-01)

Check Also

Klien Togar Situmorang Perjuangkan Keadilan Restoratif, Polsek Kuta Utara Malah Abaikan Peraturan Kapolri?

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Penegakan hukum di negeri masih jauh dari harapan. Pasalnya, tak jarang instrumen …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *