Home / Peristiwa / Nasional / Ketua MPR RI: Tindak Penyebar Hoaks Covid-19!
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (istimewa)

Ketua MPR RI: Tindak Penyebar Hoaks Covid-19!

Jakarta (KitaIndonesia.Com) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan pemerintah untuk tidak menyederhanakan potensi ancaman dari penyebaran virus corona (Covid-19). Selain itu, Ketua MPR juga mendorong penegak hukum merespons dan menindak siapa saja yang menyebarkan hoaks tentang penyebaran dan pasien terdampak Covid-19.

“Negara harus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengakui sambil mengingatkan bahwa dunia belum mampu mengendalikan wabah Covid-19. Itu sebabnya, hingga penghujung Februari 2020 ini, Covid-19 sudah mewabah di puluhan negara,” kata Bamsoet, di Jakarta, Minggu (1/3/2019).

Dikatakan, jumlah negara yang mengonfirmasi adanya kasus virus corona sedikitnya 46 negara. Adapun jumlah korban meninggal di luar Tiongkok, dilaporkan mencapai 57 orang.

Bagi Bamsoet, data penyebaran dan korban meninggal akibat Covid-19 patut dicermati. Ini penting, agar semua pihak berwenang di dalam negeri terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak boleh menyederhanakan potensi ancaman ini.

“Tidak hanya pemerintah, semua unsur masyarakat pun harus all out mencegah dan menangkal penyebaran virus ini. Semua pihak harus peduli, mengingat proses penyebaran dan penularannya begitu mudah dan cepat,” ujar Bamsoet.

Mantan ketua DPR RI ini pun menyayangkan karena masih ada saja pihak-pihak yang terus menebar berita atau informasi hoaks tentang pasien terdampak Covid-19 di dalam negeri. Tindakan seperti ini, menurut dia, harus dihentikan.

“Jangan sampai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan dinas-dinas kesehatan tingkat provinsi/kabupaten, lebih disibukan menangkal dan menanggapi hoaks dibanding kegiatan cegah-tangkal di semua pintu masuk,” ucapnya.

Saat ini, informasi tentang orang atau pasien terdampak Covid-19 adalah cerita yang sangat sensitif dan mudah menyulut panik. Karena itu, menurut Bamsoet, tidak boleh lagi ada hoaks tentang hal ini. Semua pihak harus memberi kesempatan kepada Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di semua daerah untuk fokus pada kegiatan cegah-tangkal  penyebaran Covid-19.

Pada akhir Februari 2020, diakui Bamsoet, bertebaran hoaks tentang penyebaran virus dan pasien Covid-19 di beberapa kota di dalam negeri. Ada informasi tidak akurat yang menyebut bahwa pihak berwenang menetapkan enam kota zona kuning virus corona.

“Jadi konsentrasi Kementerian Kesehatan melakukan cegah-tangkal harus dialihkan sementara untuk mementahkan hoaks seperti itu. Memang harus cepat dimentahkan untuk mencegah panik masyarakat di kota-kota itu,” tandas Bamsoet.

Untuk menimbulkan efek jera, Bamsoet mendorong penegak hukum segera menindak penyebar hoaks Covid-19, baik hoaks tentang penyebaran maupun hoaks tentang pasien terdampak virus corona. (KI4)

Check Also

Marak Praktik Pungli, Togar Situmorang Apresiasi Langkah Cepat Presiden Jokowi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Polisi mengamankan 49 orang pelaku pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *