Home / Nusantara / Ketua DPRD Manggarai Barat: Perda Mengatur Dermaga Dibangun di Bari!
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Edistasius Endi. (istimewa)

Ketua DPRD Manggarai Barat: Perda Mengatur Dermaga Dibangun di Bari!

Labuan Bajo (KitaIndonesia.Com) – Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi, akhirnya angkat bicara terkait gonjang – ganjing isu pemindahan lokasi pembangunan dermaga niaga dari Laboliang, Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Apalagi kabar yang beredar, lokasi pembangunan dermaga tersebut dialihkan ke Rangko, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat.

Menurut politikus asal Lembor ini, merujuk pada aturan yang ada, maka pembangunan dermaga seharusnya dilakukan di wilayah Bari, Kecamatan Macang Pacar. Hal tersebut sebagaimana amanat Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

“Perda Tata Ruang, jelas mengatur pembangunan dermaga di Bari,” ujar Edistasius Endi, saat dikonfirmasi kitaindonesia.com, Kamis (19/12/2019).

Sementara jika dilakukan di Rangko, Kecamatan Boleng, demikian Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Manggarai Barat ini, maka bertentangan dengan dua Perda sekaligus. Selain Perda Tata Ruang, lanjut dia, pembangunan dermaga di Rangko juga bertentangan dengan Perda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA).

“Dalam Perda RIPPDA, diatur bahwa Labuan Bajo Utara sampai dengan Desa Tanjung Boleng masuk dalam kawasan pariwisata. Kalau benar dermaga dibangun di Rangko, maka jelas bertentangan dengan dua Perda yang ada,” tandas Edistasius Endi, yang juga bakal calon bupati Manggarai Barat ini.

Diberitakan sebelumnya, Forum Peduli Pembangunan Dermaga Laboliang melakukan protes keras atas rencana pemindahan lokasi pembangunan dermaga niaga tersebut. Forum yang dipimpin mantan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Stanislaus Kani, ini bahkan mendatangi Camat Macang Pacar di Bari, dan mendesak agar pembangunan Dermaga Laboliang diteruskan.

Desakan tersebut beralasan, mengingat proses pembangunan Dermaga Laboliang sudah sampai pada tahapan pembebasan lahan. Bahkan dari beberapa sumber kitaindonesia.com, diketahui bahwa dalam proses pembangunan Dermaga Laboliang ini, luas lahan yang telah dibebaskan pemerintah mencapai sekitar 4,6 hektare. Lahan yang dibebaskan tersebut milik 7-8 orang warga sekitar lokasi pembangunan dermaga.

Berikut kronologis singkat rencana pembangunan Dermaga Niaga Laboliang, yang disarikan dari beberapa sumber dan perlu untuk ditelusuri lebih jauh kebenarannya.

Pertama, tahun 2016, perencanaan awal pembangunan dermaga. Kedua, tanggal 10 April 2018, pendataan pemilik tanah di sekitar lokasi. Dari pendataan tersebut, jumlahnya 27 orang pemilik lahan. Dari jumlah tersebut, 16 orang yang lahannya berada di sekitar lokasi pembangunan dermaga. Proses pendataan dimaksud, kabarnya dihadiri pemerintah Desa Bari, pemerintah Kecamatan Macang Pacar, dan pemilik lahan.

Ketiga, tanggal 21 April 2018, identifikasi pemilik lahan yang potensial sepanjang pantai dan daratan untuk pengembangan. Proses ini dihadiri pemerintah Desa Bari, pemerintah Kecamatan Macang Pacar, pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan pemilik lahan.

Keempat, tanggal 7 November 2018, dilakukan pengukuran riil lahan pengembangan Dermaga Niaga Laboliang. Kelima, tanggal 19 Desember 2018, tim apraisal dari Jakarta hadir di lokasi untuk penilaian harga tanah.

Keenam, tanggal 6 Februari 2019, dilakukan pemasangan pilar batas untuk pemilik tanah yang akan diganti rugi. Juga dilakukan kegiatan mewarnai pohon yang menjadi batas.

Ketujuh, masih di awal 2019, dilakukan kegiatan transaksi ganti rugi lahan, sebagai tindak lanjut pembebasan lahan oleh Pemkab Manggarai Barat. Pembebasan dilakukan untuk lahan milik 7-8 warga seluas sekitar 4,6 hektare. (KI4)

Check Also

Ajak Masyarakat Vaksin dan Jaga Imun, Togar Situmorang: Jangan Remehkan Virus Corona!

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Hampir dua tahun dunia dirundung bencana wabah virus corona. Virus yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *