Home / Hukum / Keponakan Togar Situmorang Diduga Jadi Korban Mafia Tanah di Bandung
Advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA. (istimewa)

Keponakan Togar Situmorang Diduga Jadi Korban Mafia Tanah di Bandung

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA, mengatakan, ulah para mafia tanah terus meresahkan masyarakat. Ini cukup ironis mengingat Kapolri sesungguhnya telah berjanji untuk membasmi pelaku mafia tanah di negeri ini.

“Para mafia tanah selalu membuat ulah. Dan para pelaku tersebut diduga tidak tunggal, tetapi selalu didukung oleh oknum dari berbagai profesi antara lain oknum pengacara, notaris hingga petugas BPN,” kata Togar Situmorang, di Denpasar, Selasa 21 September 2021.

Ia pun membeberkan bahwa salah satu keponakannya, IPAW, diduga kuat menjadi korban para mafia tanah ini. Sebelumnya, IPAW membeli sebidang tanah kavling sekitar Kelurahan Cisarenten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Ternyata hampir sebagian tanah di daerah itu bermasalah,” tutur Togar Situmorang.

Menurut dia, kasus ini sedang ditangani oleh dirinya langsung bersama tim hukum dari Law Firm Togar yang beralamat di Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni Kav 18, Antipani, Kota Bandung serta Jalan Pengalengan Raya Nomor 355 Kp Bojong Raya, Kabupaten Bandung.

Togar Situmorang menjelaskan, IPAW sebelumnya telah membayar pembelian sebidang tanah kavling di sekitar Kelurahan Cisaranten Kulon dengan harga Rp685.110.000 (enam ratus delapan puluh lima juta seratus sepuluh ribu rupiah).

“Pembelian itu dibayar sesuai perjanjian dengan pihak penjual, di mana apabila telah dibayar 80 persen maka akan diberikan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada pembeli,” beber Togar Situmorang, yang juga kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana ini.

Adapun IPAW menambahkan, sesuai perjanjian dirinya melakukan pembayaran untuk pembelian lahan tersebut dalam dua tahap. Tahap pertama Rp508.000.000 dan tahap kedua sebesar Rp177.110.000.

“Sesuai perjanjian, setelah dibayar tahap pertama maka SHM diberikan kepada kami selaku pihak pembeli. Selanjutnya ada pembayaran tambahan uang titipan sebesar Rp8.000.000 untuk atas nama RG,” urai IPAW.

“Untuk pembayaran ini, transaksi dilakukan langsung dengan penjual dalam hal ini pemiliknya. Pembayarannya kepada penjual melalui Notaris TT. Namun setelah saya bayar sesuai perjanjian, sertifikat itu belum saya terima sampai saat ini,” imbuh IPAW.

Karena merasa ditipu, IPAW pun memproses hukum kasus yang dialaminya, didampingi Tim Advokat Law Firm Togar Situmorang, yakni Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMed, CLA; Darius Situmorang SH, dan Romi, SH.

Korban bersama tim hukum pun sudah melakukan survei ke lahan yang dibeli tersebut dan langsung mencari informasi di Kelurahan Cisaranten Kulon terkait keberadaan surat tanah tersebut.

“Tanah yang telah dibeli oleh klien kami itu memang sudah ada dalam perjanjian dengan pihak Notaris TT,” jelas Advokat Darius Situmorang, SH, yang juga Partner Law Firm Togar Situmorang Jakarta – Bandung.

Menurut dia, kasus ini telah dilaporkan ke Polres Kota Bandung. “Sudah kita laporkan, dan telah di-BAP di Polres Kota Bandung. Dan tidak terbatas laporan polisi, tetapi untuk memulihkan hak dan materi berupa uang yang telah dikeluarkan terkait hal ini, klien kami akan menggugat pihak-pihak yang terlibat dalam proses jual beli tanah kavling itu,” tegas Darius Situmorang.

Ia menyebut, SHM Nomor 11437 di lokasi Cisaranten Kulon itu luasnya kurang lebih 246 M2 sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tertanggal 19-12-2018 Nomor 02387/ Cisaranten Kulon/ 2018, di salinan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 09 tanggal 25 Februari 2020. Adapun nama pemilik SHM Nomor 11437 itu adalah SS dan istrinya SW sebagai pihak kedua selaku penjual/ pemilik.

“Banyak dugaan adanya kejanggalan dari proses jual beli tanah kavling ini. Klien kami sangat dirugikan dan hal ini mengarah kepada Pasal 378 yakni penipuan. Apalagi antara KTP dan KK milik penjual justru tidak sama alias berbeda,” ujar Darius Situmorang.

Tak hanya melakuka survei tanah, IPAW bersama tim kuasa hukumnya juga langsung mencari informasi tentang keberadaan lahan dan suratnya ke Kantor Lurah Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik. IPAW dan rombongan diterima oleh Novena Tarmizi, yang menjabat sebagai Kasie Pemerintah Bidang Kesos Kelurahan Cisaranten Kulon. Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup.

Dengan data-data yang dimiliki, tim kuasa hukum yang dipimpin langsung oleh Togar Situmorang pun berkomitmen untuk mengawal kasus ini.

“Kami akan mengawal kasus ini dengan baik. Selain Laporan Kepolisian, kami juga akan melaporkan Notaris yang menerima dana dari korban, ke pihak Majelis Pengawasan Daerah Kota Bandung supaya apa yang menjadi hak-hak dari klien kami bisa dikembalikan,” pungkas CEO & Founder Law Firm Togar Situmorang yang berkantor di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22, Denpasar Timur; Jalan Teuku Umar Barat Nomor 10 Denpasar Barat; Jalan Kemang Selatan Raya Nomor 99 Gedung Piccadilly, Jakarta; serta Kota Bandung di Jalan Terusan Jakarta Nomor 181, Ruko Harmoni, Kav 18, Antipani; Jalan Pengalengan Raya Nomor 355, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Jalan Raya Gumecik, Gg Melati Banjar Gumecik Nomor 8, By Pass Prof IB Mantra, Ketewel ini. (KI-01)

Check Also

Diambil Sumpahnya, Advokat FERARI Diingatkan Jaga Nama Baik Organisasi

Denpasar (KitaIndonesia.Com) – Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar mengambil sumpah 15 orang advokat yang bernaung dibawah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *